Kontestasi Bursa Paslon Pilkada, Pengamat : ‘Orang’ WH Ramai Dibidik Calon

by May 16, 2017 0 comments

kontestasi bursa paslon pilkada tangerang

KOTA TANGERANG,PenaMerdeka – Pemilihan calon Walikota dan Wakil Walikota 2018 mendatang, barisan keluarga atau orang terdekat Wahidin Halim (WH) diprediksi bakal dilirik sejumlah partai politik atau para bakal calon lainnya meramaikan kontestasi bursa paslon Pilkada Kota Tangerang.

Ketika mengambil salah seorang barisan ‘Dapur Pinang’, rival pasangan calon (Paslon) lain diprediksi akan bekerja keras. Sebab sejumlah variable politik dan massa pemilih yang sudah dikantongi akan menentukan perjalanan pemenangan Pilkada. Artinya parpol kemungkinan akan berebut juga mengusung, calon pun akan berusaha buat berpasangan sebagai Tangerang 1 (T1) atau T2.

Untuk sementara ini, nama dari orang terdekat WH yang sudah santer terdengar adalah M Fadlin Akbar, Jazuli Abdillah, Abdul Syukur dan bahkan Ramdan Alamsyah.

Jazuli menurut M Ali Taher Parasong, Pengurus DPP PAN yang juga sempat diberitakan sejumlah media adalah tokoh muda yang potensial karena telah banyak mengeyam pengalaman politik, organisasi, akademisi dan pernah membantu WH sebagai staf ahli di DPR-RI.

Dan akan tidak mustahil dalam konstelasi politik kedepan, petahana Arief R Wismansyah atau Sachrudin mengambil irisan dari orang terdekat WH ini. Sehingga konsekwensi dalam kontestasi bursa paslon Pilkada, cost dan perjalanan pemenangan keduanya bisa lebih simple.

Sementara itu, Memed Chumaedi, Dosen Fakultas Ilmu Sosial dan Politik (FISIP) Universitas Muhammadiyah Tangerang (UMT) dalam tulisannya kepada PenaMerdeka.com terkait kekuatan keluarga WH menyebut munculnya M Fadlin Akbar juga cukup bagus lantaran trah suksesi kepemimpinan Kota Tangerang bisa diteruskan dari tangan tokoh muda ini.

“Yang pertama lantaran anak dari mantan walikota dan juga anak dari Gubernur Banten terpilih yakni Wahidin Halim (WH). Dukungan politik terhadap WH pada Pilkada Banten 2017 kemarin dapat menjadi salah satu catatan kuat untuk maju meramaikan kontestasi bursa paslon Pilkada Kota Tangerang,” ucap Memed.

Pasalnya, kontek Pilkada Kota Tangerang nanti bakal ada korelasi dengan kekuatan massa besar dan parpol yang pernah mendukungnya dalam Pilkada Banten lalu.

Hal ini kata Memed beralasan, supaya ada kondusif kesinambungan antara program Pemrov dengan kabupaten kota termasuk di kota berjuluk Akhlakul Karimah.

Maka Fadlin sudah saatnya merawat daerah ini dan siap berpartisipasi dalam kontestasi bursa paslon Pilkada demi mengamankan kebijakan gubernur serta mengawal visi misi membangun Banten.

“Apalagi kalau benar terjadi antara Arief dan Sachrudin pecah kongsi maka akan besar kemungkinan Fadhlin menjadi kuda hitam. Saya masih teringat pendapat Robert Alan Dahl – seorang pemikir politik, dia menyatakan demokrasi sejatinya membutuhkan dua prasyarat,” ucap Memed.

Yang pertama seberapa tinggi tingkat kontestasi, kompetisi atau oposisi. Dan kedua, seberapa banyak warga turut berpartisipasi. Dua prasyarat ini memperoleh bentuknya jika dilaksanakan dalam sebuah pemilihan umum/pemilihan kepala daerah (Pemilu/Pemilukada).

“Sebab, Pilkada Kota Tangerang 2018 kemungkinan besar akan minimnya para bakal calon, sehingga kontestasi bursa paslon Pilkada untuk menandingi petahana Arief Rachadiono Wismansyah cukup longgar,” tandas Memed.

Sementara itu Andri Permana Ketua Panitia Penjaringan Bakal Calon DPC PDI-P Kota Tangerang mengatakan, kendati sudah memasuki batas proses pendaftaran, partainya sangat terbuka kepada tokoh di luar internal partai.

Ia menyebut bahwa dari kalangan barisan WH akan sangat menarik jika masuk dalam pencalonan Pilkada. Ada beberapa figur dilingkaran WH yang patut diperhitungkan.

“Nama-nama seperti Abdul Syukur, Jazuli Abdillah, M Fadlin Akbar dan bahkan Ramdan Alamsyah akan menarik jika ikut meramaikan kontestasi bursa paslon Pilkada kota Tangerang,” kata Andri.

Seperti diketahui kata Andri bahwa saat ini DPC PDI-P Kota Tangerang tengah menjalani proses pendaftaran balon Walikota dan Wakil Walikota sejak tanggal 8 Mei 2017 hingga 19 Mei 2017.

“Figur internal memang diprioritaskan di minggu pertama dibukanya pendaftaran, sambil melihat konstalasi politik paska pelantikan Gubernur Banten,” katanya menuturkan.

Ia lebih jauh menyebutkan, dari awal dibukanya pendaftaran, untuk figur eksternal terkesan incumbent menjadi poros sentral dalam perhelatan pilkada kota Tangerang. Yakni Walikota dan Wakil Walikota. Meskipun masih ada nama-nama yang potensial untuk maju termasuk dari keluarga WH. (redaksi)

Berikan Komentar Anda

Tidak ada komentar

Melompat ke kolom komentar

Belum ada komentar!

Anda dapat menjadi orang pertama yang menulis komentar.

Your data will be safe!Your e-mail address will not be published. Also other data will not be shared with third person.