Dispora Kabupaten Tangerang usul Arya Wangsakara jadi Pahlawan Nasional

by June 18, 2017 0 comments

 

 

Arya Wangsakara tangerang

KABUPATEN TANGERANG,PenaMerdeka – Dispora Kabupaten Tangerang mengusulkan kepada pemerintah pusat agar Raden Arya Wangsakara sebagai pahlawan asal Tangerang.

Hal tersebut di ungkapkan sejumlah tokoh dan Dispora Kabupaten Tangerang saat mengunjungi kediaman H. Ali Tabah penulis buku yang menceritakan tentang perjalanan pria yang kerap disebut pangeran dan pahlawan tersebut di Kampung Bojong RT 01/02 Desa Kemuning, Kabupaten Tangerang.

Ahmad Tofik kepada wartawan mengatakan, Dispora Kabupaten Tangerang akan mengajukan kepada pemerintah pusat melalui Pemkab Tangerang, bahwa Arya Wangsakara akan dijadikan sebagai pahlawan Tangerang.

“Pengusulan tersebut setelah bertemu dari penggiat sejarah Tangerang bahwa beliau memang sudah selayaknya diajukan sebagai pahlawan,”ujarnya.

Lebih lanjut Ahmad Tofik menambahkan, Pertemuan di mulai pukul 16. 30 WIB hari Minggu tanggal 11 Juni 2016 lalu sekaligus mengagendakan buka puasa bersama diiringi kegiatan haul sang pejuang tersebut.

Usulan tersebut diharapkan menjadi issu bagus dari Pemkab Tangerang yang segera direalisasi pemerintah pusat. Hadir dalam kunjungan acara antara lain perwakilan keturunan Arya Wangsakara dan Babinsa Serda Suranto selaku pemangku wilayah.

Seperti diketahui bahwa perlawanan di jaman Belanda adalah yang paling ditakutkan karena adanya keberadaan pusat-pusat penyebaran agama Islam. Ada sejumlah nama pahlawan yang bertempur di kawasan Tangerang.

Aria Santika gugur dalam pertempuran di Kebon Besar pada tahun 1717. Ia dimakamkan di Kecamatan Batu Ceper (Kramat Asem). Tumenggung Yuda Negara gugur di Cikokol pada tahun 1718. Ia dimakamkan di Sangiang, Kecamatan Jatiuwung.

Sementara, Aria Wangsakara gugur di Ciledug pada tahun 1720. Ia dimakamkan di Lengkong Kulon atau Lengkong Kyai.

Peran dari Pangeran Aria Wangsakara sangat dominan untuk jaman penjajahan saat itu karena sang pangeran bersama rakyat gigih mengusir penjajah.

Peristiwa penyerangan tahun 1640 menandai terbentuknya tempat hunian baru di Lengkong, Kecamatan Pagedangan, Kabupaten Tangerang.

Di tempat ini santri-santri dari Pesantren Grendeng yang terusir Belanda, kemudian membangun masjid dan membuat pesantren baru di bawah kepemimpinan Pangeran Wangsakara.

Saat ini makam Wangsakara dikelilingi makam-makam para ulama dan kyai yang berpengaruh dalam penyebaran agama Islam di wilayah Tangerang.

Pemkab Tangerang saat ini memutuskan untuk menjadikan komplek makam pangeran Arya Wangsakara di Legok Kabupaten Tangerang sebagai tempat cagar budaya. (sarinan)

 

Berikan Komentar Anda

Tidak ada komentar

Melompat ke kolom komentar

Belum ada komentar!

Anda dapat menjadi orang pertama yang menulis komentar.

Your data will be safe!Your e-mail address will not be published. Also other data will not be shared with third person.