Pro Kontra PPDB 2017 Kota Tangerang, Walikota Rubah Kebijakan Jalur Zonasi

by July 9, 2017 0 comments

pro kontra ppdb 2017 tangerang

KOTA TANGERANG,PenaMerdeka – Buntut pro kontra PPDB 2017 atau Penerimaan Peserta Didik Baru tingkat Sekolah Menegah Pertama (SMP) Negeri, Pemerintah Kota Tangerang akhirnya tidak serta merta memberlakukan sistem zonasi.

Pasalnya belakangan dengan sistem zonasi siswa yang berdekatan dengan sekolah negeri kendati tidak meraih nilai ujian nasional bagus tetapi dalam ketentuan lebih diprioritaskan, orang tua siswa mengeluh lantaran siswa berprestasi tidak mendapat skala prioritas.

Seperti diketahui, kebijakan yang dikeluarkan oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan lebih memprioritaskan siswa yang berdekatan langsung dengan sekolah tersebut, tak ayal sehingga menimbulkan pro kontra PPDB 2017.

Pantauan di lapangan, sejumlah panitia PPDB juga mengeluh karena mendapat protes dari orangtua siswa yang tidak bisa diterima kendati secara hasil nilai ujian nasional mempunyai angka yang signifikan.

Orangtua siswa mengklaim Pemkot atau Dindikbud tidak melakukan sosialisasi secara masif, kebanyakan tahu persoalan ini setelah masuk proses PPDB.

Padahal menurut orang tua siswa yang berhasil ditemui, jika standar itu dipakai maka segala fasilitas dan jumlah sekolah negeri di setiap zona harus terpenuhi. Akibatnya siswa berprestasi juga tidak terakomodir di sekolah negeri terakreditasi yang notabene masuk sebagai kategori sekolah unggulan.

Pro kontra PPDB 2017 soal sistem zonasi yang tertuang dalam Permendikbud Nomor 17 tahun 2017 memang bukan hanya terjadi di Kota Tangerang saja.

“Anak saya pas sekolah SD selalu masuk 5 besar prestasinya. Walikota Tangerang memang sudah mengintruksikan untuk merubah Juklak dan Juknis. Sayangnya dikeluarkan (kebijakan baru) setelah menuai pro kontra PPDB 2017. Dan anak saya sebelumnya bersekolah di SD Negeri 3 Ciledug, dengan nilai signifikan saya berniat masuk di SMP Negeri 3 Ciledug Kota Tangerang. Masih di wilayah sama, tetapi sekarang karena ditolak secara sistem terpaksa di sekolahkan di SMP Negeri 16 Kota Tangerang Selatan,” kata Pujiono (47) orang tua siswa yang berlamat di Kecamatan Pinang, Kota Tangerang, Sabtu (9/07).

Walikota Tangerang Arief R Wismansyah bersama Kepala Dinas Pendidikan, Kepala Bappeda dan perwakilan Dinas Kominfo kota Tangerang akhirnya pada Sabtu (8/07/2017) akhirnya menggelar rapat soal pembahasan PPDB tahun 2017.

Dalam keputusannya, mengedepankan faktor nilai dan usia setelah menuai pro kontra PPDB 2017 dari masyarakat, faktor zonasi tidak menjadi prioritas utama. Pertimbangannya karena nilai akademis yang diraih siswa merupakan hasil dari proses belajar dan kerja keras.

“Dengan sistem yang ada, faktor nilai sebagai prestasi siswa juga akan diprioritaskan selain faktor umur,” ujar Walikota ditemui seusai menggelar rapat di Pusat Pemerintahan Kota Tangerang, Sabtu, (8/07).

“Mudah – mudahan ini bisa bantu siswa supaya bisa lebih mudah daftar sekolah. Kan kasihan yang nilainya bagus tapi susah daftar sekolah,” tandasnya.

Sebelum mendapat respon pro kontra PPDB 2017, Dindikbud Kota Tangerang telah bekerja sama dengan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk mengantisipasi siswa ‘titipan’.

Informasi yang berhasil dihimpun, perubahan tersebut terjadi pada 1. Zona ( Wilayah satu RT skor 5, Wilayah Satu RW skor 4, Wilayah Beda RW tapi satu Kelurahan Skor 3, Satu zonasi Skor 2 dan beda Zonasi Skor 1 ). 2. Nilai UAN 3. Urut Pendaftaran. (uki)

 

Berikan Komentar Anda

Tidak ada komentar

Melompat ke kolom komentar

Belum ada komentar!

Anda dapat menjadi orang pertama yang menulis komentar.

Your data will be safe!Your e-mail address will not be published. Also other data will not be shared with third person.