Dampak Komunikasi Keluarga Terhadap Kesehatan Mental Anak

Dampak Komunikasi Keluarga Terhadap Kesehatan Mental Anak

by November 30, 2016 1 comment

PenaMerdeka – Peran Keluarga memiliki sangat penting dalam proses pembentukan kesehatan mental anak. Pola orang tua dalam menghadapi dan menyelesaikan persoalan, secara modeling akan menurun pada anak.

Dikatakan oleh Direktur Center for Public Mental Health (CPMH) Fakultas Psikologi UGM, Dr. Diana Setiyawati, bahwa pola komunikasi dan interaksi yang dijalankan dalam keluarga mempunyai pengaruh besar terhadap perkembangan dan pembentukan mental anak yang sehat.

Seperti dikutip dari situs resmi UGM, “Cara-cara keluarga dalam mengekspresikan dan mengomunikasikan sesuatu dapat membentuk kesehatan anak atau justru kesakitan mental anak,” jelas Dr. Dian.

Bagi anak-anak yang memiliki orang tua pencemas, sifat orang tua tersebut cenderung akan dimiliki anaknya. Anak akan memiliki kecenderungan mudah cemas dan tegang setiap kali menghadapi bermacam persoalan.

Demikian pula dengan orang tua yang agresif, maka anak akan cenderung serupa menunjukkan sikap agresif saat layaknya orang tua tersebut.

Terlepas dari pola komunikasi keluarga, polusi udara disinyalir juga dapat meningkatkan risiko terhadap kesehatan mental anak untuk tumbuh tanpa ganguan mental. Lebih dikhawatirkan, dalam tingkat polusi udara lebih rendah sekalipun persoalan ini tetap menjadi kemungkinan.

Penelitian dilakukan Tim riset Umea University Swedia yang di rilis jurnal BMJ Open, telah menganalisis data paparan polusi udara pada anak dibawah usia 18 tahun, peneilitian ini dilakukan terhadap lebih dari 500 ribu anak.

Tim peneliti membandingkan data dengan catatan medis dan obat yang diresepkan untuk pengobatan kesehatan mental, mulai dari obat penenang yang sederhana hingga antipsikotik.

Hasil dari penelitian tersebut ditemukan kenaikan yang relatif kecil pada tingkat polusi udara bila dikaitkan dengan peningkatan masalah yang signifikan terhadap gangguan kejiwaan dengan melakukan pengobatan.

Untuk anak-anak yang tinggal di daerah dengan konsentrasi yang lebih tinggi dari polusi udara berbahaya atau nitrogen dioksida (NO2) kesehatan mental jangka panjang lebih dimungkinkan untuk menjalani pengobatan menggunakan obat-obatan dari resep yang diberikan.

Studi hubungan antara polusi udara dan kondisi kejiwaan anak-anak ini, mendukung penelitian sebelumnya yang menghubungkan polusi udara terhadap mental yang menunjukkan polusi udara dapat memiliki efek dramatis pada kesehatan mental anak karena anak-anak sangat rentan terhadap kualitas udara yang tidak bagus. (agus/dbs)

Berikan Komentar Anda

1 komentar

Melompat ke kolom komentar
  1. Crossfit Clothing UK
    #1 Crossfit Clothing UK 4 May, 2017, 12:06

    I enjoyed this post. I look at your posts quite often and you are often writing some great content.
    I shared this on Facebook and my fans liked it.

    Reply this comment

Your data will be safe!Your e-mail address will not be published. Also other data will not be shared with third person.