Daftar Calon Tetap Anggota DPRD Kota Tangerang Pemilu 2019

Program E-Planing Dikomplain Najwa Shihab, Rano Mendadak Salting

0 79

JAKARTA,PenaMerdeka – Gestur Rano Karno mendadak salah tingkah ketika Najwa Shihab mengkomplain soal program e-Planing Pemprov Banten yang disebutkan sebagai salah satu program yang diklaim sang incumbent tidak bisa diakses alias mati total

Bermula ketika Najwa mempertegas pertanyaan soal program anti korupsi dua Calon Gubernur Banten, yakni Wahidin Halim dan Rano Karno yang hadir dalam program Mata Najwa di stasiun Metrotv pada Rabu, (1/2) malam.

Wahidin Halim lebih dahulu diberikan kesempatan untuk memaparkan sistem pemerintahan bersih tanpa korupsi, setelah itu baru Rano Karno diberikan kesempatan menuturkan visinya terkait pembangunan yang menggunakan e-Planing.

“Untuk lebih transparan dalam menyusun sebuah anggaran Pemrov Banten telah menggunakan program e-Planing. Saya dengar pasangan Wahidin Halim dan Andika akan memakai program itu. Kami sudah lebih dahulu memakai e-Planing, sudah berjalan.

Ada arahan dari BPKP dan e-Daftar Rencana Pelaksanaan Kegiatan (e-DRPK). Masyarakat bisa memantau secara langsung di e-Planing. Dan BPK bisa terkoneksi langsung untuk memonitor,” ucap Rano Karno menegaskan.

Tetapi ketika Najwa menyindir bahwa program e-Planing dan e-Budgeting Pemrov Banten ala Rano tidak bisa digunakan atau diakses pemeran si ‘Doel’ ini langsung memancarkan muka merah tidak banyak yang dikatakan untuk menjawab.

“Apakah program itu sudah ada di situs Bapeda. Apakah masyarakat bisa mengkontrol secara spesifik tentang sistem transpasransi e-Planing dan e-Budgeting, kenyataannya ketika saya sudah cek langsung tidak bisa berjalan pak Rano, berarti dalam kenyataannya belum bisa dibuka untuk transparansi ke masyarakat,” kata Najwa.

“Saya tidak hafal paswordnya e-Planing Pemrov Banten mba Nana (panggilan Najwa Sihab, red), nanti ditanyakan ke operatornya langsung dan nanti saya kasih. Kan saya sudah cuti pada 27 Oktober, 11 Januari saya tidak aktif lagi, habis masa jabatan, belum mengikuti perkembangan lagi,” kata politisi PDI-P menjawab pertanyaan Najwa.

Najwa Shihab menegaskan kalau harus dikasih paswordnya belum artinya belum seutuhnya bisa di monitor oleh masyarakat.
Sementara Saldi Isra pengamat hukum tata negara menyebut bahwa untuk menjalankan pemerintahan yang bersih adalah harus ada transparansi. Artinya masyarakat harus tahu program e-Planing dan keterbukaanya.

“Prinsip utama dalam menjalankan pemerintahan yang bersih adalah ketika tata kelola keuangan harus transparan. Harus siketahui oleh masyarakat. Jangan ada di ruang remang remang jadi harus diterangkan dengan salah satunya program e-Budgeting yang transparan,” kata Saldi Isra ketika Najwa melempar tanggapan kepadanya.

Kalau Rano pada acara debat publik yang disiarkan Tvone pada Minggu (29/1/2017) lalu lebih teliti mungkin peristiwa sindiran program e-Planing tidak terulang lagi dalam acara Mata Najwa.

Pasalnya Cawagub nomor urut 1 yakni Andika Hazrumy juga sempat menyinggung persoalan sama, lantaran program tersebut yang selalu dibawa Rano dan Embay tidak dapat dibuka oleh masyarakat.

Sayangnya Rano tidak merespon untuk mempertanyakan persoalan tersebut kepada tim pemenangan atau ke Pemrov Banten sendiri. Uniknya kejadian tidak mengenakan ini sama sama disiarkan langsung oleh dua stasiun tv besar yang tentunya banyak disaksikan pemirsa.

Informasi yang berhasil dihimpun, merujuk dari pernyataan Deputy Pencegahan KPK, Pahala Nainggolan, memang ada 6 provinsi yang sedang disorot terkait pengelolaan APBD sehingga diitruksikan melaksanakan e-Planing di Pemda masing masing.

Lantas kenapa Pemrov Banten harus menggunakan sistem keterbukaan yang harus dilaksanakan, karena menurut sumber KPK tersebut sudah rawan terhadap pelanggaran korupsi.

Dalam pelaksanaan penggunaan anggaran 6 Pemda yang sedang disorot KPK juga harus menggunakan program e-Procurement (pengadaan pembelanjaan online, red) dan penguatan inspektorat. Pertanyaanya apakah KPK diundang Rano atau sejatinya memang sengaja mengawasi Pemrov Banten dibawah gubernur Rano Karno. (wahyudi)

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

Disarankan
Loading...