Daftar Calon Tetap Anggota DPRD Kota Tangerang Pemilu 2019

Kerjasama Bilateral Indonesia Australia Bahas Issu Teroris dan Wisata

0 62

JAKARTA, PenaMerdeka – Kerjasama bilateral antara Indonesia dan Australia akan dilakukan, ditandai dengan pertemuan Presiden Joko Widodo (Jokowi) dengan Perdana Menteri Australia Malcolm Turnbull pada 26 Februari 2017 di Australia.

Disebutkan Presiden Jokowi akan membahas beberapa hal terkait penguatan kerja sama bilateral kedua negara.

Dalam kesempatan pernyataan yang dikeluarkan Retno Marsudi selaku Menteri Luar Negeri menyebutkan, Australia merupakan salah satu negara mitra penting Indonesia di kawasan Asia.

Menurut Retno, hingga saat ini kedua negara memiliki hubungan kerja sama yang baik di bidang perdagangan, investasi dan pariwisata.

“Australia itu merupakan salah satu mitra penting kita di Asia. Agenda kerjasama Bilateral yang dibahas Presiden mengenai upaya-upaya yang saling menguntungkan. Makanya kita memperkuat hubungan bilateral ini,” ucapnya kepada wartawan saat ditemui di kantor Kemenko Polhukam, Jakarta Pusat, Senin (13/2).

Retno kembali menegaskan, bahwa selain dari aspek perdagangan dan investasi, ia juga mengatakan akan dilakukan kerja sama dari sisi parawisata dan turisme.

“Saat ini Pemerintah Indonesia sedang mengembangkan 10 destinasi pariwisata. Sementara jumlah turis Australia yang datang ke Indonesia mencapai 1,2 juta orang, namun masih terkonsentrasi di Pulau Bali,” ungkapnya.

Dengan begitu ia mengatakan tentu Indonesia ingin menarik turis Australia ke wilayah destinasi pariwisata yang lain.

Namun demikian ia menambahkan bahwa Presiden Jokowi dalam kerjasama bilateral juga akan membicarakan pengembangan kerja sama di bidang pendidikan.

Sebelumnya delegasi Indonesia dan Australia telah bertemu dalam The 3rd Indonesia-Australia Ministerial Council Meeting (MCM) on Law and Security di Hotel Sari PAN Pasific, Jakarta Pusat, Kamis (2/2/2017) lalu.

Sementara Wiranto, Menteri Koordinator bidang Politik, Hukum, dan Keamanan mengatakan, dalam kunjungan tersebut, Presiden Jokowi juga akan melanjutkan pembicaraan soal rencana kerjasama bilateral di bidang pemberantasan terorisme.

Dalam pertemuan tersebut dapat menghasilkan komitmen bersama dua negara menghadapi ancaman foreign terrorist fighter (FTF), kejahatan financing terrorism, penanggulangan ektremisme dan deradikalisasi. (deden/dbs)

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

Disarankan
Loading...