HGN ads Bekasi

Menghindari Hoax, India Atur Admin Grup WhatsApp

0 202

NEWDELHI,PenaMerdeka – Penyebaran berita palsu atau hoax memang bisa terjadi dimana saja. Baik di Facebook, Twitter bahkan di pengguna WhatsApp. Ancaman hukum kerap menghantui para penyebar berita palsu tersebut. Makanya di India, sudah diatur pelarangan pemakaian WharApp untuk menghindari Hoax.

Contoh kasus telah ada seorang admin grup fitur WhatsApp yang tersandung akibat adanya aturan tersebut, ia harus mendekam dipenjara karna menyebarkan berita palsu alias hoax tersebut.

Aturan di negara Bollywood memang mengharuskan seorang admin memiliki identitas dan bertanggung jawab. Termasuk di antarannya ialah tanggung jawab terhadap keberadaan berbagai kabar yang beredar di grup tersebut. Admin grup pun bisa langsung di laporkan kepada pihak kepolisian untuk menghindari hoax karna terlibat membantu penyebaran informasi palsu.

Langkah apakah yang harus dilakukan oleh seorang admin untuk mengatasi kabar kabar berita palsu didalam grup?. Menurut aturan yang terkait, admin bertanggung jawab untuk menghapus pengguna WA yang menyebarkan kabar hoax didalam grup. Apabila tanggung jawab tidak dilaksanakan, maka pihak berwajib berhak untuk membawa admin kerana hukum.

Terlepas hal tersebut, penyebaran berita palsu sangat mengkhawatirkan. Apalagi saat terlaksanannya pemilihan umum. Penyebaran berita palsu yang menyudutkan salah satu calon biasannya bermunculan. Hal ini bisa terjadi di manca negara, temasuk di Indonesia maka regulasi soal itu harus dibuat untuk menghindari hoax. (isam/dbs)

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

Disarankan

Tinggalkan pesan

Alamat email anda tidak akan disiarkan. Penamerdeka.com tidak bertanggung jawab dengan isi komentar, tulisan komentar sepenuhnya tanggung jawab komentator sesuai aturan UU ITE