MPP Tangerang Buka Sentra Aduan Pungli PPDB

by 2017-04-28 0 comments

sentra pengaduan pungli PPDB TRUTH

TANGSEL,PenaMerdeka – Untuk meningkatkan mutu pendidikan Masyarakat Peduli Pendidikan (MPP) Tangerang menjelang tahun ajaran baru 2017/2018 membuka Sentra Pengaduan Penerimaan Peserta Didik Baru (Sendu). Sebab mereka menyebut, saat ini untuk menjaring siswa masih kerap ada pungli PPDB.

Penerimaan siswa setiap ajaran baru akan dilaksanakan di tingkat SDN, SMPN dan SMAN/SMKN. Sendu diinformasikan bertujuan untuk melakukan pemantauan, advokasi/pendampingan, dan layanan informasi pada proses PPDB.

Seperti diketahui dalam rilisnya kepada PenaMerdeka.com sejumlah organisasi yang tergabung dalam MPP Tangerang adalah Tangerang Public Transparency Watch (TRUTH), Korp HMI Wati (KOHATI) Komisariat Pamulang, Gerakan Mahasiswa Anti Korupsi (GEMA AKSI), Komunitas Peduli Bangsaku, Ikatan Alumni Sekolah Antikorupsi (IKASAKTI).

Menurut Suhendar perwakilan TRUTH mengatakan organisasi yang tergabung akan malakukan pemantauan. Maka itu kata Dosen Hukum Pidana ini menyebutkan mendirikan posko pengaduan di sekolah-sekolah yang ada di Kota Tangerang terkait pungli PPDB dan persoalan lainnya.

Baca juga:  Soal Sistem Pendidikan Nasional, Pemerintah Pusat Diminta Konsisten

“Membuka pengaduan dalam bentuk online (website/SMS) yang langsung terkoneksi dengan LAPOR!. Adanya Sendu kami berharap semua pihak memandang secara positif. Kalau bisa mendukung gerakan ini supaya penyakit pendidikan bisa diperbaiki,” katanya menjelaskan, Jumat (28/4).

Ia menyebutkan, Undang-undang Nomor 20 Tahun 2003 Tentang Sistim Pendidikan Nasional dikatakan bahwa pendidikan diselenggarakan secara demokrasi dan berkeadilan serta tidak diskriminatif. Apalagi kalau ada anak bangsa potensial lantas tidak diterima artinya ada persoalan karena pungli PPDB memperjual belikan kursi,

Jadi kata Suhendar harus berdasar dengan menunjunjung tinggi hak asasi manusia, nilai agama, nilai kultural dan satu kesatuan yang sistimatik dengan sistim terbuka dan multimakna.

Sehingga PPDB yang normal dimaksudkan untuk memberikan layanan pendidikan yang seluas-luasnya bagi masyarakat dengan tetap menjaga mutu proses, output serta outcomenya bagi warga negara usia sekolah untuk memperoleh layanan pendidkan yang sesuai dalam rangka mewujudkan tuntas wajib pendidikan dasar 9 (sembilan) tahun.

Baca juga:  Bermodal Rp 6,25 M Trans Anggrek Circle Line Jauh Panggang dari Api

Hal tersebut sejalan dengan semangat regulasi yang berlaku tentang pendidikan. Pada hakekatnya pelaksanaan PPDB berpegang kepada prinsip, bahwa semua anak usia sekolah mempunyai kesempatan yang sama untuk memperoleh layanan pendidikan yang bermutu.

Permasalahan yang terjadi kata pria calon Doktor Hukum Pidana ini diantaranya, adanya pungli PPDB padahal pemerintah atau pemerintah daerah dilarang memungut biaya pendidikan dalam bentuk apapun.

“Diluar itu ada Peraturan Bersama Antara Menteri Pendidikan Dan Kebudayaan Republik Indonesia Dan Menteri Agama Republik Indonesia Nomor 2/VII/2014/nomor 7 tahun 2014 Tentang Penerimaan Peserta Didik Baru Pada Taman Kanak/Raudatul Atfhal/Bustanul Atfhal dan Sekolah/Madrasah, Khususnya dalam Pasal 14 ayat (1) yang menyatakan bahwa pemerintah daerah dilarang memungut biaya pendidikan dalam bentuk apapun,” katanya menegaskan.

Namun faktanya dari hasil penelitian Sekolah Antikorupsi III Tangerang menyatakan bahwa 57,5% narasumber mengakui mereka masih diminta pembiayaan untuk mengikuti proses PPDB.

Baca juga:  Bermodal Rp 6,25 M Trans Anggrek Circle Line Jauh Panggang dari Api

Transparan seleksi yang menjadi tanggung jawab/dilimpahkan ke sekolah prosesnya cenderung tertutup. Kasus pada SMPN dan SMAN mengenai kuota untuk jalur prestasi, jalur tidak mampu, dan domisi terdekat, rawan untuk disalahgunakan, karena prosesnya tidak dilakukan secara terbuka. Karena masih ada praktik pungli PPDB. (deden)

kompetisi potret Banten

Komentari Berita Ini

Tidak ada komentar

Melompat ke kolom komentar

Belum ada komentar!

Anda dapat menjadi orang pertama yang menulis komentar.

Your data will be safe!Your e-mail address will not be published. Also other data will not be shared with third person.