Daftar Calon Tetap Anggota DPRD Kota Tangerang Pemilu 2019

Kendati Bertatus Darurat Militer di Marawi Filipina, WNI Aman

0 51

MARAWI,PenaMerdeka – Bentrokan antara kelompok militan dan pasukan Negara Filipina di Kota Marawi dikabarkan sempat membuat warga panik. Dan status darurat militer di Filipina diterbitkan oleh pemerintah setempat.

Dilaporkan sejak bentrok pecah pada Selasa (23/5) ribuan warga terpaksa melarikan diri saat pasukan Filipina berusaha memukul mundur kelompok militan yang mengambil alih sebagian besar Kota Marawi, Filipina.

Aksi kelompok yang dianggap teroris ini dalam aksinya sudah bertindak sadis, pasalnya mereka dikabarkan telah membunuh warga, menculik warga, membakar gedung ibadah, kampus, sekolah bahkan membebaskan kawan seperjuangannya dari penjara hingga dianggap menjadi darurat militer di kawasan tersebut.

Kejadian ini memang awalnya ditenggarai lantaran ada aksi balas dendam. Kejadian bertambah parah, kelompok teroris meminta bantuan dengan kelompok radikal Maute yang langsung mengirimkan anggotanya ke Marawi.

Sebelumnya militer Filipina sempat menyerbu markas ketua kelompok Abu Sayyaf, Isnilah Hapilon. Terkesan serbuan kelompok Abu Sayyaf inilah sehingga bentrokan darurat militer ini terjadi karena adanya balas dendam.

Hingga berita ini diturunkan, dari informasi yang berhasil dihimpun bahwa diberitakan WNI yang berada di Marawi aman.

Rodrigo Duterte, Presiden Filipina yang saat itu sedang berada di Rusia dalam kunjungan kerjanya langsung beranjak balik ke negaranya.

Duterte langsung memberi kebijakan ada status darurat militer di Filipina. Status tersebut bukan hanya di wilayah Marawi saja diberlakukan, tetapi juga di seluruh Pulau Mindanao. Status itu akan diberlakukan selama setidaknya 60 hari dan dapat diperpanjang jika diperlukan. (uki/dbs)

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

Loading...