Prestasi SEA Games Jeblok Ramai Minta Satlak Prima Dibubarkan

0 48

JAKARTA,PenaMerdeka – Prestasi Indonesia dalam ajang SEA Games 2017 Malaysia dipertanyakan banyak pecinta olahraga di tanah air karena jeblok. Disebutkan bukanlah kesalahan dari atlet atau pelatih. Terlepas katanya tuan rumah banyak berlaku curang atau tidak yang pasti prestasi SEA Games merupakan kegagalan Indonesia menjadi juara umum apalagi memperbaiki posisi klasmen perolehan medali.

Sebab prestasi Indonesia di SEA Games 2017 kali ini memang di luar ekspektasi.

Dua tahun lalu di saat perhelatan berlangsung di Singapura indonesia dalam klasmen di peringkat kelima dengan raihan 47 emas, 61 perak dan 74 perunggu.

Prestasi SEA Games disebutkan juga lantaran banyaknya kepentingan mendompleng olahraga nasional. Selain itu banyak orang yang duduk di kepengurusan pucuk olahraga bukan orang yang kompeten. Tak ayal wajar mencintai cabang olahraga yang dipimpimnya setengah hati karena kepentingan lain.

Sementara itu, Wakil Presiden RI Jusuf Kalla mengatakan, jika dibandingkan dengan tuan rumah, Malaysia, berbanding terbalik. Negeri Jiran itu berpesta emas di SEA Games dengan meraih 130 emas, 84 perak, dan 79 perunggu.

“Terus terang kita kecewalah karena tidak mencapai target yang dicanangkan semula,” kata JK di kantornya, Jakarta, beberapa waktu lalu.

Target prestasi SEA Games 2017 awal adalah supaya Indonesia menempati posisi keempat. Ternyata kontingen Indonesia berada satu tingkat di bawahnya.

Hasil pada SEA Games 2017 lebih buruk dibanding pada edisi dua tahun sebelumnya di Singapura. Saat itu, Indonesia mengumpulkan 55 medali emas, 50 perak dan 71 perunggu.

“Kita pikir bisa nomor satu atau dua. Ini nomor lima dan agak jauh dengan yang nomor empat,” jelas JK.

Ketua Umum Pengurus Besar Persatuan Tenis Meja Seluruh Indonesia (PB PTMSI) Lukman Edy. Dia menilai, apa yang terjadi di Kuala Lumpur, tak lepas dari tak becusnya Satlak Prima bekerja.

“Bubarkan Satlak Prima atau desak untuk membubarkan dirinya, atau semua yang ada di sana mundur dengan penuh kesadaran. Intinya mereka orang-orang yang tidak kompeten dan korup. Bukan memfasilitasi prestasi malah membuat kacau prestasi atlet-atlet kita,” kata Edy.

Nyatanya, perjuangan atlet Indonesia di Kuala Lumpur tak jauh lebih baik. Dari posisi prestasi SEA Games Indonesia tetap ada di peringkat kelima. Dari sisi perolehan medali, Indonesia hanya bisa meraup 38 emas, 63 perak dan 90 perunggu.

Edy meminta pemerintah melalui Menpora Imam Nahrawi agar bertindak cepat. Bukan hanya cepat, Edy juga meminta Menpora bertindak tegas dengan memecat pejabatnya yang berurusan dengan prestasi olahraga.

“Mereka juga bukan orang-orang yang kompeten, korup dan selalu menyusahkan atlet dan pengurus cabor, apalagi hubungan Kemenpora dan KONI juga tidak harmonis,” tutur Edy.

Menpora harus mempunyai garis yang tegas dengan siapa sebaiknya berkoordinasi soal prestasi SEA Games atau kepentingan positif olahraga lainnya. (deden/dbs)

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

Disarankan
Dwi Nopriandi
Ahmad Jazuli
Loading...