Daftar Calon Tetap Anggota DPRD Kota Tangerang Pemilu 2019

FGD Banten Lama, Firdaus Gozali : Pemkot Minim Libatkan Pemangku

0 75

BANTEN,PenaMerdeka – Acara Focus Group Discussion (FGD) yang digelar Pemkot melalui Bappeda Kota Serang untuk penataan revitalisasi dan adaptasi kawasan Banten Lama, menurut sejumlah pihak menyayangkan langkah Pemkot Serang lantaran tidak mengajak peran pemangku dalam proses revitaslisasi.

Anggota DPRD Kota Serang, Firdaus Gozali dalam kesempatan FGD ini menjelaskan, sebagai anggota legislatif ia mengaku hanya menyoroti soal arah kebijakan pemerintah daerah setempat.

Sebab kata politisi Demokrat ini, kawasan cagar budaya keraton surosowan kesultanan Banten Lama berada di antara Kabupaten dan Kota Serang. Tetapi ia menyayangkan terkait tidak maksimalnya keterlibatan sejumlah pihak.

Menurut hematnya, pemangku kepentingan setempat harus diturut sertakan, sebab dari kesultanan Banten masih eksis berdiri. Bahkan Firdaus menambahkan, ada juga dari pihak lain yang masih memiliki kepedulian terhadap proses pembangunan Cagar Budaya di Banten Lama.

“Disayangkan ketika pemerintah melaksanakan proses penyusunan rencana induk tidak memaksimalkan keterlibatan stakeholder terkait,” katanya menerangkan.

Kata dia kendati tetap mengawal pelaksanaan revitalisasi tetapi gelaran FGD yang digelar Pemkot membahas rencana Induk Penataan Kawasan Cagar Budaya, Rekonstruksi/Replika Keraton Surosowan dan Badan Pengelolaan Kawasan Cagar Budaya berjalan tidak efektif.

“Apalagi waktu yang disediakan dalam diskusi sangat pendek. Kegiatan itu terkesan hanya seremonial dari Pemkot saja,” tegas Firdaus.

Sementara dalam acara yang berlangsung di Le Dian Hotel Serang, Minggu (27/112017), pada sambutannya TB Haerul Jaman, Walikota Serang, berharap setelah adanya perubahan wisatawan yang datang ke kawasan ini tidak hanya berziarah saja.

“Penataan kawasan cagar budaya Banten Lama di Kecamatan Kasemen, Kota Serang, harapannya bisa mengangkat potensi-potensi wisata dari cagar budaya yang ada,” jelas Jaman.

Joko Dwiyanto, Dosen Arkeologi UGM salah seorang pemateri dalam FGD tersebut menjelaskan, koordinasi antar kabupaten kota dalam pengelolaannya dapat mengacu pada konsep Culture Area, yakni dapat dikembangkan oleh provinsi.

Di tempat sama, Krisno Yulianto, Dosen UI yang juga tercatat sebagai pemateri menyebut, adanya penelitian bertujuan bisa memberikan informasi dan pemahaman mengenai kondisi dan perkembangan sejarah berdirinya keraton surosowan di Banten Lama.

”Berdasarkan dokumen sejarah, keraton surosowan dihancurkan pada masa Gubernur Jenderal Herman Deandels pada tahun 1808. Saat itu Deandels memerintahkan menghancurkan Keraton surasowan,” tandasnya.

Mukoddas Syuhada, Ketua Ikatan Arsitek Indonesia (IAI) Provinsi Banten berharap agar badan pengelola yang nanti akan dibentuk supaya langsung dibawah otoritas pemerintah seperti yang sudah ada di Batam dan Danau Toba.

Hanya ia menyampaikan, jangan ada pembangunan yang tidak sesuai dengan kaidah atau konsep kawasan cagar budaya yang sudah ada, seperti pembangunan terminal atau jalan yang tidak ada dalam kajian.

“Pembangunan harus tersusun sesuai dengan kajian. Jangan diacak dengan membangun fasilitas terminal atau yang tidak penting di kawasan Banten Lama,” pungkas Mukodas. (fred)

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

Disarankan
Loading...