Dinkes Sebut Kota Tangerang Eliminir Status KLB Wabah Difteri

KOTA TANGERANG,PenaMerdeka – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Tangerang, soal wabah difteri yang sedang ramai dibicangkan sebagai issu nasional menyebutkan, untuk kota Akhlakuk Karimah sendiri sampai saat ini mengeliminir penetapan status Kejadian luar Biasa (KLB).

Sebelumnya, sempat diberitakan 8 orang warga Kota Tangerang telah terserang Difteri, namun menurut Dinkes, akhirnya bisa dipastikan mereka bukan sebagai penderita penyakit tersebut. Pasalnya belakangan setelah dilakukan penelitian secara medis mereka hanya mengalami infeksi pada saluran pernapasan (ISPA).

“Tujuh orang dinyatakan negatif tidak tidak terserang wabah difteri. Mereka hanya menderita ISPA. Satu orang masih memerlukan perawatan di RSUD Kabupaten Tangerang. Untuk satu orang dalam kasus tersebut masih harus menunggu hasil pemeriksaan medis,” jelas Hanny Herlina Hasyim, Sekretaris Dinkes Kota Tangerang, kepada PenaMerdeka.com, Kamis (14/12/2017).

Saat ini pihaknya sedang menunggu hasil pemeriksaan tim dokter. Ia menegaskan jika ada satu kasus saja yang menimpa warga maka masuk dalam KLB.

Namun demikian kata Sekdis, untuk menekan angka dan wabah difteri yang bisa menyerang di Kota Tangerang pihaknya sejak tanggal 11 sampai 12 Desember 2017 lalu telah memberikan vaksin. Ini kedepan juga mencegah terhindar difteri.

“Kami berikan vaksin di Posyandu, Puskesmas, dan sekolah sekolah di Kota Tangerang. Bukan hanya itu, Dinkes juga selain melakukan upaya mencegah wabah difteri tapi sudah kerap mensosialisasi tentang pola hidup sehat,” katanya menandaskan.

Sementara sebelumnya, Walikota Tangerang, Arief R. Wismansyah menyampaikan bahwa vaksinasi merupakan bagian dari usaha Pemkot Tangerang untuk mencegah penyebaran virus difteri di Kota Tangerang.

“Ini langkah preventif kedepan mencegah wabah difteri. Vaksinasi dan hidup sehat bisa membuat anak di Kota Tangerang terbebas difteri, (karena) mencegah lebih baik dari mengobati,” terangnya, Rabu (13/12).

Untuk itu, Wali Kota menghimbau kepada masyarakat terutama anak-anak SD-SMA untuk bisa mengikuti program vaksinasi melalui sekolah, posyandu, puskesmas dan rumah sakit di Kota Tangerang.

“Targetnya itu 618 ribu, selama tiga hari pelaksanaan dari Senin kemarin sudah ada sekitar 20 ribu anak yang sudah divaksin,” ujarnya.

Wali Kota juga menghimbau kepada masyarakat untuk bisa lebih responsif melaporkan kalau ada masyarakat terkena wabah difteri ini.

Sebagai informasi Difteri disebabkan oleh kuman Corynebacterium diphtheriae yang sangat mudah menular, yakni melalui droplet (partikel air kecil yang dihasilkan ketika orang batuk atau bersin). Penularan tidak hanya dari si pasien saja, namun juga dari karier (pembawa) baik anak maupun dewasa yang tampak sehat kepada orang-orang di sekitarnya.

Gejala awal difteri itu mirip pilek. Munculnya gejala juga bertahap dimulai demam ringan dan sakit tenggorokan. Kemudian juga menggigil, pembengkakan di leher dan hidung.

Pada kasus yang sudah parah, terbentuk membran pseudo atau lapisan tebal di belakang tenggorokan yang mungkin meluas ke saluran napas sehingga menyebabkan sulit bernapas dan menelan.

Bagian tubuh lain seperti hidung, laring, mata, vagina, dan kulit juga bisa terkena. Wabah difteri memiliki masa inkubasi singkat yakni 2-5 hari dengan kisaran 1-10 hari. (yuyu)

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

Jazuli Abdilah ICMI Kota Tangerang
Disarankan