Jazuli Abdillah Selamat Idul Fitri

Efek BUMD Agrobisnis Banten WH Sebut Petani Bisa Lawan Harga Tengkulak

BANTEN,PenaMerdeka – Raperda BUMD Agrobisnis Banten sedang dibahas di DPRD. Disebutkan jika sudah berjalan potensial bakal memanejerial hasil sektor pertanian. Termasuk soal meminimalisir ulah peran tengkulak, lantaran kerap menjatuhkan harga dan membuat kelangkaan komoditas tani.

Gubernur Banten Wahidin Halim (WH) mengaku bahwa dari sumber ekonomi di Banten terutama bidang pertanian sangat melimpah, Pemprov Banten akan berdayakan dengan konsep yang saling berhubungan antara permintaan dan kebutuhan pertanian.

Maka itu Pemprov sedang membuat BUMD Agrobisnis Banten yang saat ini juga sedang dibahas di DPRD Banten. Hasil pertanian akan dikonsentrasikan dalam BUMD ini. Kalau pengelolaan hasil tani sudah bagus tengkulak pun menurut Walikota Tangerang dua periode tersebut akan sulit masuk.

“Harga di petani bisa kita ambil langsung dari BUMD Agrobisnis. Petani akan aman, jangan khwatir soal harga, kita (BUMD,red) pasti akan membeli dengan harga yang tidak anjlok untuk melawan harga dari tengkulak.”

“Saya kerap menyempatkan datang ke beberapa titik yang menjadi sumber pertanian di Banten. Tapi nyatanya distribusi barang hasil pertanian tidak bagus, banyak jalan yang masih jelek, nanti kita bangun supaya petani mudah menjual hasil taninya,” ucapnya kepada PenaMerdeka.com, Minggu (28/1/2018).

Kata mantan Wakil Ketua Komisi II DPR-RI ini bahwa saat ini hasil pertanian seperti beras, jagung, kedelai, gula merah dan lainnya justru tidak dirasakan oleh masyarakat Banten.

“Produk pertanian kita dilempar ke luar oleh tengkulak, baru didatangkan lagi ke Banten. Lebih berputar putar saja padahal hasil taninya dari Banten. Setelah sampai ke kita tentunya harga sudah mahal,” kata WH ketika ditanya detail soal alasan pembentukan Agrobisnis Banten.

WH lebih jauh mengungkapkan, perubahan wajah Banten di sektor pertanian harus ada, produk hasil tani kita konsentrasikan lebih dahulu untuk kebutuhan pasar di Banten lalu setelah surplus baru di ekspor ke luar.

Sementara Babar Suharso, Kadis Perindag Provinsi Banten menyebutkan, mudah-mudahan BUMD Agrobisnis bisa cepat terealisasi. Pasalnya setelah terbentuk maka sesuai arahan Pak Guberur Banten, maka hasil pertanian akan diserap di BUMD dan Pasar Induk Banten yang rencananya akan dibangun juga.

“Pembahasan Raperda BUMD tersebut disetujui oleh sembilan fraksi di DPRD Banten. Sudah melewati sejumlah agenda pembahasan. Soal pembahasan Raperda Agrobisnis Banten pada Selasa (30/1/2018) nanti akan ada jawaban atas pandangan fraksi oleh Pak Gubenur Banten,” ucapnya menegaskan.

Ketika sudah berjalan, sesuai dengan koor bisnisnya, nanti akan memperpendek rantai distribusi hasil pertanian. Kita mulai pengelolaan dari hulu ke hilir. Sebab yang kita khawatirkan adalah praktik Tengkulak. Mereka tengkulak membeli hasil tani dengan harga murah tetapi saat penjualan mematok harga tinggi.

“Kalau selama ini pembelian hasil tani dari Bulog, namun nanti akan bagus lagi karena Pemrov juga punya BUMD Agrobisnis Banten untuk menampung hasil pertanian. Ini akan menjaga di petani, efeknya akan bagus buat harga jual mereka,” kata Babar.

Namun demikian kata Babar, nanti pun stok akan stabil. Jika ada upaya penimbun bahan hasil pertanian oleh Bandar tetapi karena BUMD mempunyai stok untuk jangka panjang, maka tidak ada kelangkaan beras atau komoditi pertanian lainnya. Silakan saja timbun karena kita sudah mengantongi stok cukup.

“BUMD pun ketika harga anjlok misalkan saat panen tiba tidak boleh membeli harga murah. Berbeda dengan Tengkulak mereka pasti beli murah ke petani saat barang melimpah dan dibawa keluar daerah,” ucapnya.

Untuk hal itu kita mempunyai harga standar dari pusat. Baik HET pembelian dan HET penjualan. Semuanya akan ditampung Agrobisnis Banten, ini menjadi perhatian Pak Gubernur untuk menekan inflasi daerah supaya stok bagus dan daya beli masyarakat juga tetap terjaga. (Wahyudi/tim redaksi)

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

Disarankan