Pemkot Bogor Tidak Batasi Kuota Angkutan Online

0 32

BOGOR,PenaMerdeka – Pemkot Bogor tidak membatasi tentang kuota angkutan online (ojek maupun taksi). Namun, keberadaan mereka tetap diatur supaya tak mengganggu keamanan, kenyamanan dan ketertiban (K3) Kota Bogor.

Kepala Bidang Transportasi Dinas Perhubungan Kota Bogor Jimmy Hutapea menegaskan, Keberadaan ojek online ataupun taksi, Pemkot Bogor sudah menetapkan Peraturan Wali Kota, yang berprinsip mengatur agar mereka mengikuti ketentuan K3 di Kota Bogor. Jadi, pihaknya tidak melarang operasi karena tak ada payung hukum yang menyebutkan pemda harus mengatur keberadaannya.

Secara umum, Pemkot Bogor sudah beberapa kali meminta kepada pemerintah pusat segera mengeluarkan aturan yang baku agar mengatur persoalan angkutan online ini dan juga terhindar dari kejomplangan kebutuhan transportasi.

“Jadi bagi ojek dan taksi ini yang mau beroperasi di Kota Bogor, wajib mematuhi aturan tentang K3. Kami akan melakukan pendekatan kepada seluruh pelaku usaha kendaraan umum supaya dapat melakukan operasi tertib dan tidak ganggu kepentingan lain,” jelasnya, Rabu (31/1/2018).

Khusus dengan ojek berbasis ini, jika mengacu kepada aturan hukum, pihaknya akan mendorong Kemenhub untuk menetapkan kejelasan status operasinya.

“Saat ini pada pusat pun masih ada pengkajian karena ini salah satu fenomena yang memang kekinian dan agak lambat mengantisipasinya,” katannya.

Sementara itu, banyak dari pihak yang berharap pembatasan kuota angkutan online ini yang dilakukan pemerintah pusat tidak hanya tumpang tindih dengan kebijakan masing-masing daerah saja. Terlebih khususnya terkait penataan transportasi. (ers)

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

Disarankan
Dwi Nopriandi
Ahmad Jazuli
Loading...