Polda Banten Tetapkan 4 Tersangka Penyebar Berita Hoax Gempa di Lebak

0 90

BANTEN,PenaMerdeka – Empat orang yang diduga penyebar berita hoax info BMKG mengenai informasi gempa dan tsunami di Lebak melalui medsos dan layanan Whatsapp sudah menjalani pemeriksaan intensif penyidik Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Banten.

Direktur Kriminal Khusus Polda Banten Kombes Abdul Karim menegaskan, bahwa Kempat orang sudah di periksa berisial F, S, FM dan BK, dan semunya merupakan warga Banten.

“Sudah kita lakukan pemeriksaan terhadap penyebar berita hoax ini. Statusnya keempatnya masih menjadi saksi. Prosesnya ini sudah masuk ke tahap penyidikan,” ungkapnya saat dihubungi PenaMerdeka.com, Kamis (1/2/2018).

Informasi hoax tersebut viral melalui medsos berbentuk surat imbauan dari BMKG yang mengenai gelombang tinggi dan dipelintir oleh orang yang tidak bertanggung jawab itu.

“Pelaku itu menambahkan tulisan berisi potensi tsunami yang dilampiri surat BMKG mengenai ketinggian gelombang gempa itu,” pungkasnya.

Pihaknya terus mendalami motif pelaku penyebar berita hoax itu yang sudah membuat resah masyarakat di tengah peristiwa gempa yang menimpa wilayah Banten Selatan, Lebak.

“Jika terbukti, kami akan kenakan Undang Undang ITE. Keempat pelaku itu orang Banten. Selain menyebar dari WhatsApp juga salah satunya jyga memviralkan melalui instagram,” tegas Abdul.

Seperti diketahui, iInformasi bohong pasca gempa di Lebak itu terus beredar. Jika sebelumnya, foto bangunan dan video mengenai gempa ini imbauan agar keluar rumah malam nanti pukul 22.30-23.59 WIB karena ada gempa susulan berkekuatan 7,5 skalarichter. Himbauan itu disebar melalui layanan Whatsapps.

Berita hoax itu mengatasnamakan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG). Informasi bohong tersebut memanfaat surat edaran resmi BMKG terkait peringatan akan gelombang tinggi dan itu adalah surat bohong. (redaksi)

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

Disarankan
Dwi Nopriandi
Ahmad Jazuli
Loading...