Jazuli Abdillah Selamat Idul Fitri

BKSDA Bogor Evakuasi Buaya 200 Kg Milik Warga

BOGOR,PenaMerdeka – Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) wilayah I Jawa Barat mengevakuasi seekor buaya bernama Kojeg seberat 200 kg yang dipelihara oleh Muhammad Irwan seorang warga Sempur, Kota Bogor, Minggu (4/2/2018).

PPNS BKSDA wilayah I Jabar, Adjat Sudrajat menegaskan, bahwa evakuasi dilakukan setelah pemiliknya Muhammad Irwan sudah bersedia untuk menyerahkan hewan repril tersebut kepada negara.

“Buaya ini akan kita titipkan untuk dirawat oleh Taman Safari Indonesia yang berstatus Lembaga Konservasi Umum. Memang, ini termasuk hewan yang dilindungi Peraturan Pemerinrah No.7 tahun 1999,” ungkapnya.

Berdasarkan Undang-Undang no 5 tahun 1990 tentang bahwa konservasi hewan yang dilindungi tak boleh diperjual belikan, dikembang biakkan untuk perdagangan dan dipelihara.

Menurutnya, siapa saja yang memelihara hewan dilindungi berdasarkan Pasal 21 UU No 5/1990 tentang konservasi bisa dikenai pidana sebagaimana tertulis dalam Pasal 40 ayat 2.

Keberadaan Kojeg, buaya muara yang telah dipelihara oleh pemiliknya selama 21 tahun sudah viral di dunia maya. Kini pihaknya melakukan langkah-langkah agar dikembalikan ke habitat aslinya.

Langkah yang dilakukan oleh pihaknya ialah dengan pendekatan kepada pemilik. Kami menjelaskan soal aturan pemeliharaan hewan yang dilindungi tersebut. Setelah pemilik itu memahami aturan lalu diserahkan maka hewan tersebut menjadi milik negara.

Pemilik buaya, Muhammad Irvan mengungkapkan, Kojeg sudah dirawat selama 21 tahun lebih. Hewan tersebut dia bawa dari Cianjur saat anak-anak hendak memotongnya.

“Saya sudah dekat sekali dengan Kojeg, dari seukuran tokek, sampai sebesar ini. Kojeg saya beli dari anak-anak yang ingin memotongnya seharga Rp.30.000. Dari pada dipotong, saya pelihara saja,” ungkapnya.

Irwan terlihat tampak ikhlas hewan peliharaannya dibawa untuk dirawat oleh Taman Safari sebagai Lembaga Konservasi yang sudah dipilihnya untuk merawat.

“Kojeg sudah sangat jinak sekali, sudah berinteraksi dengan semua orang. Kalau buaya ini dilepasliarkan takut tidak bertahan hidup,” tutup Irwan. (ers/ewy)

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

Disarankan