Industri Pariwisata, Gubernur WH Minta Dibarengi Peningkatan Ekonomi Kreatif

BANTEN,PenaMerdeka – Gubernur Banten, Wahidin Halim soal eksistensi FGD Gabungan Industri Pariwisata di Provinsi Banten menekankan sejumlah solusi untuk peningkatan ekonomi bagi daerah setempat.

Kata Wahidin, Pemprov Banten sudah melakukan pendekatan koordinasi kepada FGD di Aula Pendopo Gubernur, KP3B, Serang, pada Kamis (15/2/2018) lalu.

Karena tambah pria yang kerap disapa WH, forum ini bertujuan untuk menggagas prakarsa serta mencari terobosan pada industri pariwisata dengan pemerintah daerah.

“Melalui forum ini saya punya harapan dapat menumbuhkembangkan dunia pariwisata di Banten,” ucap WH saat berbincang santai dengan PenaMerdeka, Sabtu (17/2/2018).

Lebih jauh Gubernur mengungkapkan, kondisi saat ini secara regional kondisi pariwisata pada Januari hingga Oktober 2017 mengalami pertumbuhan sebesar 24 persen .

Dan pencapaian tersebut diatas negara lain seperti Singapura hanya 3,83 persen, Thailand 6,69 persen dan Malaysia 0,87 persen.

“Di banyak tempat di Provinsi Banten sejatinya potensial sekali dikembangkan menjadi industri pariwisata,” kata WH menegaskan.

Pasalnya dengan banyaknya objek wisata alam seperti pantai dan kekayaan laut, religi dan budaya banyak dikantongi Provinsi Banten. Ini tinggal pengelolaanya saja yang perlu diprofesionalkan agar peradaban Banten lebih dikenal luas.

Sehinga potensi objek wisata kita sebenarnya nanti akan banyak diminati wisatawan lokal dan mancanegara.

Ini sumber PAD, dan perbaikannya harus sejalan pula dengan pembenahan infrastruktur jalan supaya masyarakat yang sengaja datang ke objek wisata Banten akan datang kembali.

“Wisata etnik Baduy sangat unik untuk diperkenalkan kepada khalayak segmen penggemar wisata model seperti ini,” ucapnya.

WH menambahkan, seren taun kaolotan Banten Selatan dan Banten Lama serta jenis objek yang sama perlu diperkenalkan. Sebab supaya menambah khasanah keragaman nilai industri parawisata di Banten

Gubernur WH menambahkan, bahwa yang tidak kalah lagi dan ada di Banten adalah potensi ekonomi kreatif dari masyarakat yang sekarang ini tercatat semakin menggeliat.

“Sektor ekonomi kreatif nantinya potensial sekali menjadi salahsatu unggulan sektor menambah catatan segmen industri parawisata kita,” ujar WH.

“PDRB sektor pariwisata mengalami pertumbuhan yang signifikan dengan laju pertumbuhan 6,82 persen selama periode 2013-2016. Kontribusi sektor pariwisata tahun 2016 terhadap struktur ekonomi Banten mampu memberikan kontribusi sebesar 2,84 persen dengan menyerap tenaga kerja Banten 23,73 persen,” jelas Gubernur.

Apalagi, kontribusi di bidang ekonomi kreatif mengalami pertumbuhan yang sangat signifikan terutama dominasi 3 sub sektor yakni fashion, kriya dan kuliner.

“Provinsi Banten pada sektor ini memberikan kontribusi urutan 3 secara nasional dibawah Jabar Jatim dengan total ekspor mencapai US$ 3,003 miliar atau 15,65 persen. Ini bukti sektor pariwisata dan ekonomi kreatif punya potensi besar dalam perekonomian mikro dan makro,” ungkap WH, sapaan akrabnya.

Guna mengembangkan Pariwisata di Banten, Gubernur berharap, Gabungan Industri Pariwisata Provinsi Banten menjadi payung bagi seluruh organisasi pariwisata dan wadah komunikasi bagi para pelaku industri serta menjadi mitra kerja pemerintah dalam bidang kepariwisataan.

“Saya minta Dinas Pariwisata juga dapat menginventarisir, mendata industri-industi pariwisata yang sudah teridentifikasi maupun pun yang belum sekaligus tenaga kerjanya,” tandas Gubernur. (yuyu)

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

Disarankan