Isu Teror Ulama di Kota Tangerang, MUI: Tahun Politik, Jangan Dibesar besarkan

0 43

KOTA TANGERANG,PenaMerdeka – Terkait munculnya permintaan supaya Majlis Ulama Indonesia (MUI) Kota Tangerang melakukan koordinasi menyusul adanya isu teror ulama diakui KH Edi Junaedi Nawawi, bahwa masyarakat tetap harus waspada.

“Kita memang harus waspada tapi juga jangan berlebihan. Itu bisa saja kabar hoax, dan penanganannya ada di kepolisian,” ucap KH Edi Junaedi Nawawi, Ketua MUI Kota Tangerang dihubungi penamerdeka.com, Minggu (25/2/2018).

Ia melanjutkan, bahwa adanya teror ulama di Kota Tangerang bahkan belum diketahui pihak MUI. Nanti akan ditangani dan dikoordinasikan dengan pihak yang bersangkutan.

“Siapa yaa mas yang mengalami isu teror. Dan di daerah mana,” katanya.

Persoalan ini harus didalami secara utuh, pasalnya belakangan issu itu kerap muncul tetapi ketika dicari inti persoalannya tidak benar. Terkadang hanya persoalan yang kebetulan menimpa ulama.

“Mudah mudahan kita bisa tangani semua isu teror ulama itu. Jangan dibesar besarkan,” tandas KH Edi.

Sementara itu Seketaris II MUI Kota Tangerang, H Sajiran Tarmidzi menilai persoalan yang sedang hangat soal penyerangan sejumlah Kiyai dan Ulama di berbagai wilayah ia menduga ada kaitannya dengan tahun politik. Karena menjelang lima tahunan penyelenggaraan Pilpres dan Pileg 2019.

“Masyarakat tidak perlu reaktif dalam menanggapi issu semacam itu,” katanya menjelaskan.

Mui Kota Tangerang untuk saat ini hanya mengintruksikan kepada Pimpinan Pondok Pesantren (Ponpes) masing-masing supaya senantiasa siap siaga.

Tetapi kata H Sajiran kita harus tetap mengedepankan asas praduga tak bersalah dan jangan main hakim sendiri.

“Kalau ada yang mencurigakan soal issu teror ulama agar berkoordinasi dengan aparat terkait seperti Babinsa dan Binamas yang ada di wilayah,” ucapnya menegaskan.

Karena MUI merupakan kumpulan pemuka agama atau ulama maka ia mengaku inten berkoordinasi dengan ulama dan juga pihak kepolisian.

Saat ini yang kita lakukan hanyalah koordinasi antar pimpinan tetapi itu tidak dimunculkan dan dijadikan konsumsi publik.

Terkait Kejadian di Ponpes Al-Hasimiah MUI menghimbau kepada masyarakat agar persoalan itu jangan di besar-besarkan. Tetapi serahkan saja persoalan issu teror ulama itu kepada pihak berwajib.

Sebelumnya dikabarkan salah satu Pimpinan Ponpes di bilangan Neglasari, Kota Tangerang, mengaku khawatir lantaran ada seseorang yang sempat mondar mandir di pintu gerbang Ponpes miliknya.

Tepatnya pada Rabu (21/2/2018) lalu warga Karangsari, Kecamatan Neglasari, Kota Tangerang memang sempat digegerkan adanya pria yang terlihat mondar mandir di depan gerbang Ponpes Al-Hasimiah.

KH Saiful Bahri, salah seorang pemuka agama Kota Tangerang dan pimpinan Ponpes Al-Hasimiah, kepada penamerdeka.com menerangkan, peristiwa yang sempat dikhawatirkannya itu terjadi pada Rabu malam (21/2/2018), saat kejadian berlangsung tepat pukul 21.00 WIB.

Sementara itu pihak Polsek Neglasari menyebut orang yang dianggap sempat berlalulalang di halaman gerbang Ponpes Al-Hasamiah sempat diamankan pihaknya.

Hanya saja kata Bripka Ahmad Rifai orang yang diduga menderita gangguan jiwa dan menurut saksi warga turun dari mobil sedan putih sebelum menghampiri ponpes itu kini sudah ditempatkan di Dinas Sosial Kota Tangerang.

“Sekarang sudah ditempatkan di Dinsos. Soal motif orang yang bersangkutan tersebut saya tidak tahu pasti,” tandasnya. (aputra/yuyu)

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

Disarankan
Dwi Nopriandi
Ahmad Jazuli
Loading...