Kembalikan Fungsi RTH Kota Tangerang, Tramtib Karang Tengah Tertibkan PKL

KOTA TANGERANG,PenaMerdeka – Guna mengembalikan fungsi (RTH) ruang terbuka hijau, jajaran Tramtib Kecamatan Karang Tengah melakukan penertiban PKL (pedagang kaki lima) di Perum Pondok Bahar, Kota Tangerang.

Diketahui, pernertiban yang dilakukan Tramtib Kecamatan Karang Tengah, setelah sebelumnya telah dilayangkan tiga kali surat peneguran.

Donny Darmawan, Kasi Tramtib Kecamatan Karang Tengah mengatakan, penertiban PKL di Perum Pondok Bahar dalam rangka mengembalikan peruntukan fungsi RTH yang sebelumnya tercatat sebagai ruang sosialisasi masyarakat setempat.

“Kita lakukan penertiban itu sesuai dengan SOP, pertama kita lakukan peneguran secara lisan, kemudian kita berikan peringatan melalui surat, dari satu hingga tiga kali,” terang Donny, Jumat (23/3/2018) di lokasi penertiban.

Dia melanjutkan, sebelumnya pihaknya membersihkan dan mengangkut meja, gerobag yang ditinggalkan PKL tadi malam.

“Hari ini kita melakukan penertiban kepada pedagang buah di atas mobil yang kesehariannya mangkal disini, sekaligus menanam pohon pada lahan tersebut agar nantinya tidak digunakan kembali,” ujarnya.

Lebih dalam ia mengatakan, sebenarnya pihaknya tidak melarang PKL berdagang dan mencari rizki, asalkan selesai mau merapihkannya kembali, agar taman tersebut kembali rapih.

“Kami tidak melarang, yang penting sampahnya dibersihkan, meja dan bangkunya di taroh pada tempatnya, agar taman tersebut tidak terlihat kumuh sesuai fungsi RTH semestinya,” imbuh Doni.

Sementara Elpiandi (35) PKL yang biasa mangkal di taman tersebut, membenarkan kalau penertiban itu sudah mendapat tiga kali surat peneguran dari Tramtib Kecamatan Karang Tengah.

“Ada, sudah tiga kali saya dapat, saya diarahkan untuk membongkar sendiri dan tidak boleh permanen,” terang pria asal Padang yang sudah empat tahun berdagang di tempat tersebut.

Dia melanjutkan, PKL yang berdagang di areal fungsi RTH memang tidak ada yang mengijinkan, namun pihaknya setiap bulan membayar Rp50.000 kepada RT setempat untuk koordinasi uang sampah.

“Tidak ada yang mengijinkan, tapi kami setiap bulan membayar iuran sampah sama RT. Dan soal fungsi RTH kami juga tidak tahu kalau ada peraturan di tempat ini tidak boleh berjualan,” tandas Elpiandi. (aputra)

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

Daftar Calon Sementara Anggota DPRD Kota Tangerang 2019

Disarankan
Dirgahayu RI 73 Jazuli Abdillah