BKSDA Bangun Rehabilitasi, Cegah Harimau Sumatra Punah

Dokter hewan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Bengkulu, Erni Suyanti Musabine, mengatakan bahwa saat ini pihaknya sedang berusaha membangun Pusat Rehabilitasi Harimau Sumatra (Panthera tigris sumatrae).

Pusat rehabilitasi tersebut akan dibangun di kawasan konservasi Taman Wisata Alam Seblat, Kecamatan Putri Hijau, Kabupaten Bengkulu Utara, Bengkulu.

Dokter yang akrab disapa Yanti tersebut mengatakan, dalam setahun pihaknya biasanya menyelamatkan satu hingga dua ekor harimau korban konflik dan perburuan.

”Mereka (harimau) butuh direhabilitasi agar bisa dikembalikan ke habitat untuk yang sehat,” kata Yanti seperti dilansir Okezone, Minggu (29/5).

Selama ini, ia menuturkan, semua harimau korban konflik dan perburuan yang diselamatkan ditranslokasi ke luar Provinsi Bengkulu, baik ke Pulau Jawa maupun dilepas ke provinsi lain di Indonesia.

”Hal yang ditakutkan ke depan, bila hal ini terus dilakukan (perburuan dan konflik) maka akan mendukung terjadinya kepunahan lokal harimau di provinsi Bengkulu. Itu seperti halnya badak sumatera di Bengkulu yang sudah punah secara ekologi lebih dulu,” papar Yanti.

Ia menjelaskan, usulan pembangunan pusat rehabilitasi di kawasan konservasi TWA Seblat karena wilayah tersebut merupakan habitat harimau liar. Selain itu, di kawasan tersebut masih memiliki hutan lebat sehingga kondisi lingkungannya sesuai untuk rehabilitasi harimau.

Alasan lainnya, Yanti mengatakan, petugas perawat satwa dan tenaga medis terpusat di wilayah itu. Jadi, lebih mudah bagi pihaknya untuk mengontrol dan merawat harimau. Lokasi tersebut juga terisolasi sehingga orang yang keluar masuk akan dengan mudah terdeteksi.

”Pengadaan pakan alami harimau di sana juga mudah dan jauh lebih murah. Air bersih juga tersedia dari sumber-sumber alami,” ujar Yanti. (erh)

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

Disarankan
Tuliskan pesan anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan. Penamerdeka.com tidak bertanggung jawab dengan isi komentar, tulisan komentar sepenuhnya tanggung jawab komentator sesuai aturan UU ITE