Pemkab Bekasi Mengucapkan Selamat Menunaikan Ibadah Puasa

Ini Beda, Tiga Cewek Kembar Bersamaan Berlomba Dilintasan Marathon Olimpiade

0

Leila, Liina, dan Lily Luik, pelari dari Estonia akan membuat sejarah di Olimpiade ketika cewek kembar ini melewati garis start untuk nomor maraton wanita di Rio yang akan berlangsung pada Agustus mendatang.

Saudara kembar berada di event yang sama merupakan hal yang tidak biasa di level Olimpiade. Tetapi triplet Luiks percaya dengan menjadi triplet identik pertama yang akan berkompetisi melawan satu sama lain.

Luiks bersaudara yang berambut pirang, bermata biru, dan berumur 30 tahun yang berasal dari daerah selatan Estonia mengambil langkah serius untuk menekuni cabang olahraga lari ketika mereka 24 tahun.

“Kami telah aktif sejak kami kecil, kami menyukai menari, kami suka untuk menjadi aktif dan ini menekan kami untuk menjadi profesional di bidang olahraga,” ujar Lily.

Liina, yang membuat saudar-saudarinya mulai berlari, mengatakan bahwa lari jarak panjang menarik minat mereka lebih kepada berlari secara teknik di alam.

Setelah beberapa tahun, mereka menyadari mereka cukup bagus untuk mengambil bagian di kompetisi internasional. Meeka memutuskan untuk mencoba Olimpiade, dengan mengadopsi slogan “Trio Menuju Rio” untuk memberikan mereka harapan ketiganya bisa berkompetisi di Olimpiade.

“Kami lihat, setelah satu tahun kami mendapatkan hasil yang bagus di Estonia dan kami pikir kami bisa mencapai sesuatu yang bagus pula di luar Estonis dan melalukan kompetisi besar seperti Kejuaran Eropa dan Olimpiade,” ujar Lily.

Dalam kompetisi, ketiga bersaudara tersebut saling mendukung satu sama lain secara emosional dan bahkan di strategi pertandingan, seperti berperan sebagai penghalang angin.

Mereka tinggal secara terpisah di Estonis dan kadang-kadang harus berlatih secara terpisah. Tetapi mereka secara regular menghabiskan musim dingin bersama dai kamp latihan di Kenya, dan mereka menikmatinya dengan mengobrol sambil berlari.

Mereka semua akan berlatih di Italia utara dari Juni untuk Rio.

“Sangat membosankan untuk berlatih sendirian,” ujar Leila.

Leila, saudara tertua dari triplet tersebut, memiliki catatan tercepat 2:37.12 di Shanghai 2013. Ia diikuti oleh Liina, yang catatan waktunya lebih lambat 2 menit 30 detik dari Leila, dan Lily, yang paling muda, yang tertinggal 45 detik.

Tetapi ketiganya mengatakan tujuan mereka untuk Rio adalah finis bersama, mencatatkan waktu individu terbaik, dan menyelesaikan dengan senyum. Ditanya apakah mereka berharap bisa membawa pulang medali Olimpiade, ketiganya menyela.

“Itu akan sangat hebat. Itu seperti mimpi kami, dan kami tahu bahwa kami harus hidup di dunia nyata. Sangatlah sulit untuk berkompetisi melawan pelari dari Kenya. Kami tidak berada di level yang sama dengan mereka sekarang, tetapi dalam dua atau tiga tahun ke depan, kami bisa melakukannya.” (herman)

PDAM Tirta Benteng
Baca Berita Lainnya

Tinggalkan pesan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.

odio non venenatis, Lorem mattis quis, dapibus Donec consequat. tristique lectus