Diduga karena kerap menonton film porno, AS pelajar kelas II SMP di Kabupaten Sukabumi termotivasi menjadi predator seks terhadap sebelas bocah dibawah umur.

Bocah yang masih berusia 14 tahun itu dikatakan Dian Yulianto, Ketua Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Kabupaten Sukabumi adalah karena kebiasannya yang hobi menonton film orang dewasa. Sehingga Dian menduga bahwa anak itu mempunyai perilaku seks menyimpang.

Informasi itu didapat menurut Dian berdasarkan pengakuan salahseorang korban.

“Dari pengakuan salah satu korban sebelum dicabuli pelaku AS terlebih dahulu mengajaknya menonton film porno,” ujar Dian kepada wartawan, Minggu (18/6). Saat ini kata Dian melanjutkan, pelaku sedang diproses secara hukum oleh kepolisian setempat.

Tercatat dari 11 orang anak yang menjadi korban AS 9 anak dibawah umur diantaranya berjenis kelamin laki-laki dan dua korban lainnya adalah perempuan. Informasi yang berhasil dihimpun korban merupakan tetangga kampung pelaku AS yakni asal Kampung Bugis, Desa Palasari Hilir, Kecamatan Parungkuda.

Prilaku AS sendiri memang tidak terdeteksi oleh para tetangga korban. Didin (32), salah satu orang tua korban mengaku tidak pernah menyangka jika AS yang tempat tinggalnya hanya terpaut satu rumah dengan tempat tinggalnya ternyata mempunyai perilaku yang berbeda dengan anak sebaya lainnya.

Apalagi selama ini AS dikenal sebagai anak yang pendiam, bahkan terbilang sebagai anak rumahan karena jarang terlihat bermain di luar rumah.

Kata Didin, informasi dari warga yang menjadi korban yang membuat ia sadar bahwa anaknya sendiri menjadi salahseorang korban. Sejak beredarnya issu soal banyak tetangga menjadi korban AS, Didin mengaku tidak memperhatikan keluhan anaknya. Sampai pada akhirnya ia menanyakan langsung kepada pelaku AS tentang perbuatan kejinya tersebut.

“Informasi langsung dari AS mengatakan kalau pencabulan kepada anaknya dilakukan di dalam kamar pelaku. Korban katanya dirayu saat mereka sedang main,” tandasnya menjelaskan. (iday/red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *