Jelang Revans Piala AFF 2018, Fachri Husaini Ajak Makan Soto Tim Malaysia

SIDOARJO,PenaMerdeka – Menghadapi Malaysia pada babak semi final Piala AFF U-16 di Stadion Gelora Delta Sidoarjo, Jawa Timur, Kamis (9/8/2018), pelatih Indonesia Fakhri Husaini berharap dukungan penuh suporter supaya melenggang menuju babak final.

Walaupun laga Indonesia dan Malaysia kerap diwarnai rivalitas tinggi, suasana sehari jelang pertandingan justru cukup santai. Fakhri bersama beberapa pemain Indonesia bahkan sempat makan bersama satu meja dengan beberapa pemain Malaysia dan pelatihnya

“Kami mengharapkan dukungan penuh dan doa dari Suporter Indonesia pada semi final piala AFF 2018. Namun, kami juga tidak ingin turnamen ini menjadi cela. Dukung kami dengan sportif, kami akan berupaya tampil maksimal,” kata Fakhri Husaini dikutip laman resmi PSSI, Kamis (9/8/2018)

Pertemuan berlangsung sangat akrab antara pelatih dan pemain kedua tim setelah dilaksanakan Match Coordination Meeting (MCM) antara empat semifinalis tim dengan panpel pertandingan di Avenue Cafe, Jawa Paragon Hotel and Residence.

Kemudian eks pelatih PKT Bontang itu mengatakan, dirinya dan pemain sudah saling kenal dengan pelatih dan juga pemain Malaysia jauh sebelum pertandingan semifinal Piala AFF U-16.

“Saya dan coach Raja Azlan memang sudah lama bersahabat begitu juga dengan para pemain (Bagus dan David) mereka bicara banyak dan bercanda. Suasana berjalan dengan hangat dan intim tadi. Ini silahturahim yang biasa kami lakukan jelang pertandingan. Saya ingin menanamkan respek dan fair play kepada pemain saya. Bahwa ini sepak bola, betul. Tapi kita harus menjunjung tinggi dua nilai-nilai tersebut.”

“Bahkan saya tadi juga mengajak Raja Azlan makan soto daging, supaya tambah nanti kolesterolnya,” kata Fakhri sambil bercanda.

Selain itu Pelatih tim berjuluk Garuda Asia itu juga menghimbau kepada para suporter timnas Indonesia untuk saling menghargai terhadap semua elemen pada semi final piala AFF 2018. Baik tim Indonesia, tim lawan, wasit dan sesama suporter lain, sebelum, sesaat dan sesudah pertandingan.

“Ini pertandingan sepak bola kelompok usia dibawah 16 tahun, bukan senior. Anak-anak ini adalah aset sepak bola kita di masa depan yang harus kita jaga.”

“Jangan sampai kreatifitas dan kegiatan positif lain yang sudah mereka lakukan sebelumnya ternoda hanya karena provokasi oknum tertentu, sehingga merugikan semua pihak. Atau lebih parahnya nama Indonesia akan terkena sanksi dari AFC dan FIFA hanya karena tidak sportifnya suporter di laga semi final piala AFF 2018 nanti,” pungkasnya.(ari/dbs)

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

Daftar Calon Sementara Anggota DPRD Kota Tangerang 2019

Disarankan
Dirgahayu RI 73 Jazuli Abdillah