Daftar Calon Tetap Anggota DPRD Kota Tangerang Pemilu 2019

10 Sungai Tercemar Limbah Domestik, Pemkab Bekasi Bakal Bentuk Tim Satgas

0 127

KABUPATEN BEKASI,PenaMerdeka – Sebanyak 10 sungai di Kabupaten Bekasi terindikasi sudah tercemar limbah domestik di wilayah setempat. Pencemaran itu apabila dilihat dari kasat mata dan juga aroma yang tercium tak sedap.

Selain airnya berwarna hitam, ikan yang berada di sana pun tidak mampu bertahan hidup sehingga ekosistem di sana mulai memprihatinkan.

Jaoharul Alam, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bekasi, mengatakan, 10 sungai yang tercemar limbah domestik adalah Sungai Citarum, Sungai Cibeet, Sungai Cipamingkis, Sungai Cikedokan, Sungai Ciherang, Sungai Cikarang, Sungai Bekasi, Sungai Balacan, Sungai Cikarang Bekasi Laut (CBL), serta Sungai Belencong.

Semua sungai itu bermuara ke Bekasi bagian utara yang wilayahnya terbanyak kawasan pertanian di Kabupaten Bekasi.

“Sebanyak 10 sungai itu yang dilaporkan masyarkat ke pemerintah ada indikasi pencemaran lingkungan di sana,” terang Jaoharul di Plaza Pemerintah Kabupaten Bekasi.

Ia menyatakkan, masyarakat telah melapor bahwa beberapa jumlah ikan yang ada di sungai itu mengalami pengurangan yang signifikan. Diketahui masyarakat sebelumnya sempat menggunakan air itu untuk keperluan rumah tangga.

Namun, karena adanya pencemaran, kini masyarakat tidak memakainya lagi dengan alasan air berwarna hitam dan mengeluarkan aroma yang sangat tidak sedap.

Jaoharul pun menduga terdapat oknum masyarakat yang sengaja membuang limbah di sungai tersebut sehingga mengakibatkannya pencemaran lingkungan.

Oleh karena itu, Pemerintah Kabupaten Bekasi bakal menggandeng kepolisian dan TNI setempat membentuk satuan tugas (satgas) untuk mengatasi persoalan pencemaran air sungai yang sudah dinilai tak bagus.

“Kami akan membentuk tim satgas untuk melakukan pengamanan, mengendalikan, serta memulihkan daerah aliran sungai (DAS). Apalagi di Kabupaten Bekasi terdapat ribuan pabrik yang berdiri,” cakapnya.

Menurutnya, pencemaran itu juga mempersulit masyarakat yang tinggal di sekitar lokasi untuk mendapatkan air bersih. Hingga kni, banyak masyarakat yang menggali sumur artesis atupun sumur pompa. Akan tetapi kualitas airnya dinai tidak bakal bagus.

Masyarakat yang telah menggali pun menyebut airnya berbau, berminyak, dan juga berwarna keruh serta sangat tidak layak untuk dikonsumsi secara rutin.

Untuk itu, satgas yang sudah terbentuk dan disepakati bersama, tinggal menunggu disahkannya oleh Neneng Hasanah Yasin, Bupati Bekasi.

Tim satgas itu pun akan berupaya mengendalikan pencemaran di sungai dengan mengurangi dan melarang keras limbah domestik tinja masuk kedalam sungai dan juga melarang warga membuang sampah ke sungai.

“Kalau ada yang terbukti melakukan pencemaran ke sungai, seperti limbah domestik ini tentunya bakal ditindaklanjuti sesuai dengan ketentuan yang ada karena Satgas ini juga melibatkan dari pihak Kepolisian dan TNI,” pungkasnya. (ewwy)

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

Disarankan
Loading...