Gerindra Ads

Masyarakat Desa Kejar Pendidikan di Kota Karena ada Kesenjangan Kualitas?

0 255

Terjadinya urbanisasi selama ini sering diberitakan karena memburu ladang ekonomi, tetapi sejatinya persoalan kualitas alias kesenjangan pendidikan ternyata dikatakan Ketua Pengurus Besar Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Didi Suprijadi ternyata juga dicari masyarakat Indonesia.

Terlebih lagi di Ibu Kota DKI Jakarta dan daerah penyangga lainnya, arus urbanisasi meningkat usai masa libur Idul Fitri.

Ketua Pengurus Besar Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Didi Suprijadi mengatakan pemerataan kualitas pendidikan hingga ke daerah-daerah terpencil akan dapat menekan urbanisasi.

Di banyak daerah, masih banyak SD yang memiliki delapan guru, hanya kepala sekolahnya saja yang pegawai negeri sipil (PNS), yang lainnya hanya guru honorer dengan bayaran hanya Rp300 ribu,” katanya.

Didi lebih jauh menjelaskan, guru honorer dengan honor yang minim tidak akan bisa mengajar dengan maksimal karena kesejahteraannya tidak terjamin. Nasib guru honorer semakin mengenaskan karena pemerintah melarang pungutan yang dilakukan sekolah kepada orangtua murid.

“Padahal, sekolah membayar honor guru honorer salah satunya dari sumbangan pendidikan yang diberikan orangtua murid,” ujarnya.

“Banyak orangtua yang menyekolahkan atau menguliahkan anak ke kota besar karena kualitas pendidikan antara daerah satu dengan lainnya tidak seimbang,” kata Didi, seperti dilansir Antara, Kamis (21/7).

Didi mengatakan, pendidikan di kota besar yang lebih baik daripada pendidikan di daerah menjadi magnet masyarakat desa dan kota kecil untuk menyekolahkan anaknya ke kota besar. Apalagi, sekolah-sekolah di kota besar biasanya menyediakan kuota untuk calon murid dari luar kota.

Di sisi lain, karena adanya kesenjangan kualitas antara sekolah di kota-kota besar dengan di daerah, ada anggapan bahwa sekolah di kota akan lebih bergengsi.

“Orang merasa lebih bergengsi kalau sekolah atau kuliah di Jakarta, Yogyakarta atau Bandung. Padahal, mungkin di daerahnya juga ada sekolah atau universitas yang setara,” tuturnya.

Untuk meningkatkan kualitas pendidikan dan mengurangi kesenjangan antara daerah dengan kota besar, Didi berpendapat, salah satunya adalah dengan pemenuhan tenaga guru yang berkualitas. Namun, yang memprihatinkan adalah mayoritas guru di daerah adalah honorer. (yuyu/dbs)

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

Loading...