Daftar Calon Tetap Anggota DPRD Kota Tangerang Pemilu 2019

Pusaran Kemiskinan Zimbabwe Pasca Pemimpin Otoriter Mugabe Lengser

0 84

HARARE,PenaMerdeka – Pasca lengsernya pemimpin otoriter Robert Mugabe, rakyat Zimbabwe berharap banyak perubahan. Namun hingga setahun Mugabe lengser harapan membangun ekonomi dan banyak kekerasan serta kejahatan korupsi tetap saja menemui jalan buntu.

Untuk memenuhi kebutuhan makan setiap hari pun rakyat Zimbabwe masih harus pontang panting tak jauh berbeda dari kondisi sebelum Mugabe dilengserkan.

Kondisi ini juga lantaran peta politik yang sedang berkuasa saat ini masih dikuasai partainya ‘Mugabe’ saat dahulu memegang Zimbabwe.

Seperti dilansir dari AFP, Minggu (18/11/2018) harga konsumen pada bulan lalu meroket dengan laju tercepat sejak hiperinflasi satu dekade lalu, dengan inflasi tahunan mencapai 10,9 persen.

Banyak warga Zimbabwe mengatakan, harga-harga sekarang jauh lebih tinggi. Kehidupan semakin sulit, seperti tidak ada ujung peningkatan ekonomi di Benua hitam itu.

Jangankan untuk membeli, uang juga dikabarkan masih langka. Nasabah terpaksa mengantre hingga di luar bank lantaran penarikan pun terbatas.

Perjuangan hidup harian Kekurangan kebutuhan sehari-hari seperti roti, daging ayam, minyak goreng, dan bensin lebih memburuk sejak lengsernya Mugabe yang disebut-sebut sebagai pemimpin otoriter dan korup.

Hal tersebut akibat negara kehabisan mata uang asing untuk membeli barang impor. Antrean panjang mengular hingga di luar pom bensin dan toko-toko kosong telah menjadi pemandangan biasa.

Sementara, persediaan obat juga menjadi langka dan jauh lebih mahal. Banyak rakyat yang jatuh sakit tanpa pengobatan maksimal.

Mugabe memang tidak tinggal diam setelah dilengserkan, Partai ZANU-PF milik Mugabe dengan mudah memenangkan pemilihan umum pada Juli lalu sehingga memegang kendali kuat parlemen.

Emmerson Mnangagwa yang juga pimpinan partai didaulat menggantikan Mugabe, memenangkan pemilu presiden dengan lebih dari 50 persen pemilih.

Dia nyaris saja menghadapi pemilu putaran kedua melawan Nelson Chamisa dari oposisi utama partai MDC.

Para lawan politik, demonstran, dan aktivis di Zimbabwe masih menghadapi rezim yang represif.

Akhirnya pun sanksi AS berlanjut karena kurangnya reformasi kebijakan di Zimbabwe membuat pinjaman baru tidak mungkin dikucurkan. Kini rakyat Zimbabwe masih dalam pusaran kemiskinan. (uki/dbs)

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

Loading...