Gerindra Ads

Belum Terima Santunan, Pilu Keluarga Almarhum Petugas Pemilu di Ciledug Kota Tangerang

0 359

KOTA TANGERANG,PenaMerdeka – Mursiti masih terasa berat menceritakan kepergian suaminya sebagai petugas demokrasi pemilu 2019. Almarhum Sukardi, sang suami adalah anggota KPPS di wilayah Ciledug, Kota Tangerang yang meninggalkan ibu dari 3 anak ini untuk selamanya.

“Sebenarnya saya masih berkabung. Berat sebetulnya, tapi Allah sudah menentukan (meninggal dunia, red). Tapi saya sudah ikhlas,” ucap Mursiti kepada penamerdeka.com, Minggu (26/5/2019).

Pasca bertugas saat pencoblosan pemilu 17 April lalu di TPS 45, Kampung Parung Serab, Kelurahan Sudimara Selatan, Ciledug, Kota Tangerang almarhum diceritakan Mursiti sempat mengeluh sakit.

“Di bawa ke kampung halaman, sempat dirawat di rumah sakit dan tidak tertolong mas. Suami saya dimakamkan di kampung halaman Purwerejo,” ucapnya.

Sepeninggal almarhum, saat ini kondisi ekonomi keluarganya memang otomatis terasa berat. Sebab almarhum merupakan tulang punggung penghidupan keluarga. Anak-anak sedang membutuhkan perhatian karena akan masuk sekolah.

Alamarhum Sukardi meninggalkan Ganang Abi Pratama yang hendak masuk sekolah menengah pertama (SMP). Serta Fabian Wahyu Satrio yang pada tahun ajaran baru 2019 ini sedianya akan masuk taman kanak-kanak (TK).

Sementara Ardisti Putri Kinasih adalah bungsu almarhum yang pada 12 Desember baru genap empat tahun.

“Anak saya Ganang kan sudah kelas Vi SD kalau tidak salah dari pihak kecamatan menjanjikan akan membantu masuk ke SMP,” ucap Mursiti berharap.

Kepiluan Mursiti memang semakin terasa lantaran di bulan Ramadhan dan menjelang hari raya Idul Fitri tahun ini tanpa ditemani suami tercinta.

“Dari KPU Pusat sudah mendatangi mas, meminta data keluarga. Sejumlah petugas dari KPU Kota Tangerang juga mendatangi kami. Tapi santunan petugas pemilu untuk almarhum suami saya sampai sekarang belum diterima,” tukasnya.

Mursiti berharap agar santunan untuk suaminya segera dicairkan. Sebab kami sangat membutuhkan dana karena usaha furniture peninggalan suaminya saat ini belum berjalan.

“Ya yang namanya istri tahunya waktu itu cuma nerima duit dari suami. Sekarang ya bingung kan mau lebaran juga. Anak saya yang tiga ini mudah-mudahan dikasih sehat terus,” pungkasnya. (ari tagor)

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

Disarankan
Loading...