Dien Syamsudin Sebut Tuduhan Radikalisme Tanpa Bukti Jadi Kekerasan Verbal

KOTA TANGERANG,PenaMerdeka – Akhir-akhir ini, tuduhan radikalisme cenderung menjadi tendensius, dan kerap dialamatkan kepada umat Islam.

Menurut Dien Syamsudin, Ketua Umum PP Muhammadiyah hal itu menjadi kekerasan verbal.

Dirinya juga mendesak para pejabat pemerintah ataupun aparat penegak hukum lainnya agar segera meminta maaf karena seringnya tuduhan radikalisme kepada umat Islam selama ini.

“Ini saya mengamati, kecenderungan menyebutkan radikalisme, ekstremisme yang sangat tertuju kepada umat Islam. Ini lagu lama yang dulu di awal orde baru. Hal ini justru terlihat tendensius,” terang Dien saat mengisi pengajian bulanan di Universitas Muhammadiyah Tangerang, Sabtu (13/10/2019).

Ia menegaskan, di Indonesia yang merupakan negara hukum ini, jika ada bukti pelanggaran hukum langsung ditegakan. Katanya, jangan langsung tendensius menyebutnya radikalisme.

“Tuduhan seperti itu sama saja seperti kejahatan verbal. Ini kan negara hukum, langsung saja bawa ke pengadilan. Jangan bermain dengan istilah radikalisme tapi tidak dapat dibuktikan,” ucapnya.

Dien mencontohkan, seperti peristiwa Menko Polhukam, Wiranto yang ditusuk orang tidak dikenal di Pandeglang, Banten. Hal tersebut sangat menunjukan radikalisme terhadap Islam.

“Padahal kan itu saat dibuktikan pelakunya ternyata tidak sering ke masjidmasjid ataupun ikut pengajian. Nah, kan inisangat tendensius terhadap Islam,” tandasnya. (hisyam)

Disarankan
Click To Comments