Serunya Melihat Dodol Betawi Asli Dimasak Langsung di MTQ XX Tingkat Kota Tangerang

0 296

KOTA TANGERANG,PenaMerdeka – Siapa yang tidak kenal Dodol Betawi Asli? Nah, makanan manis yang dikemas dengan plastik atau daun pada umumnya ini bisa dijumpai di lokasi perhelatan MTQ XX tingkat Kota Tangerang.

Terlebih Anda bisa melihat pembuatan makanan tradisional yang satu ini secara langsung di deretan stand-stand bazar OPD, busana muslim dan kuliner pada perhelatan ini.

Satibi, pemilik usaha makanan tradisional asal suku Betawi ini mengatakan, ia sengaja membuat langsung dodol disetiap event manapun untuk mengedukasi para generasi pemuda.

“Sengaja saya buat langung, karena untuk mengedukasi generasi muda. Bahwa proses pembuatan dodol seperti ini,” terang Satibi kepada penamerdeka.com saat dijumpai langsung dilokasi MTQ, Sabtu (19/10/2019).

Dodol Betawi Asli milik Satibi di salah satu stand MTQ XX tingkat Kota Tangerang, Buana Gardenia, Kecamatan Pinang, Kota Tangerang, Sabtu (19/10/2019).

 

Selain itu, kata dia, pembuatan langsung ini juga sekaligus melestarikan adanya budaya kuliner khas Betawi. Satibi tidak hanya membuat dodol saja, namun ada geplak, wajik, tape uli, bir pletok dan makanan tradisional yang lainnya.

“Saya menjualnya dengan varian harga, contoh yang ukuran 100gram seharga Rp30 ribu, 500gram Rp50 ribu dan 1kg Rp100 ribu. Kalau peminat biasanya nyari yang rasa original dodol itu sendiri,” tutur orang asli Kota Depok ini.

Satibi menambahkan, dodol buatanya ini juga ada rasa durian, wijen dan ketan item. Bagi pembeli juga bisa langsung datang atau memesan dengan menghubungi 0813 1701 4495.

“Dan, kita juga bisa mengajarkan langsung cara pembuatan dodol ini. Ya saya si berharap, dodol ini kan makanan tradisional, ya bisa lebih bangkit lagi lah jangan sampai tergerus sama yang lain,” imbuhnya.

Seperti diketahui, dodol betawi memang meliki keunikan dalam proses memasaknya. Pembuatannya sendiri masih tradisional dengan menggunakan tungku dan penggorengan raksasa.

Proses pembuatan dodol memerlukan waktu selama delapan jam. Dalam jangka waktu itu, dodol harus terus-terusan diaduk agar cita rasanya sendiri tidak hilang dan rusak. (hisyam)

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

Disarankan

Tinggalkan pesan

Alamat email anda tidak akan disiarkan. Penamerdeka.com tidak bertanggung jawab dengan isi komentar, tulisan komentar sepenuhnya tanggung jawab komentator sesuai aturan UU ITE