Pemkot Tangerang dan Polisi Bersatu, Perangi Radikalisme yang Menjamur

0 216

KOTA TANGERANG,PenaMerdeka – Pemerintahan Kota (Pemkot) Tangerang dan Polres Metro Tangerang Kota bersama-sama memerangi paham radikalisme yang menjamur di Kota Tangerang.

Seperti diketahui, pemerintah saat ini tengah gencar memberantas radikalisme. Dimana, radikalisme adalah paham yang ingin mengganti dasar dan ideologi negara dengan cara melawan aturan.

Dalam hal ini, Kementerian Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan menyebutkan bahwa umat islam bukan radikal. Pemerintah bakal menindak tanpa melihat agamanya.

Wali Kota Tangerang, Arief R Wismansyah mengatakan, pihaknya kini sedang menggelorakan semangat gotong royong untuk menghilangkan ketakutan masyarakat tentang bahaya radikalisme di Kota Tangerang.

“Justru sekarang bangun semangat gotong rotong kesatuan dan persatuan. Karena kita ingin keluarkan dari masyarakat ini justru energi positif. Biar masyarakat enggak merasa dihantui dan ketakutan dengam radikalisme,” tutur Arief, Sabtu (8/11/2019).

Menurut orang nomor satu di Kota Tangerang, sekarang pihaknya fokus kepada pembinaan masyarakat terutama kepada mahasiswa di Kota Tangerang untuk tidak terpapar paham radikalisme.

Buhan hanya tingkat Kelurahan atau RT dan RW, Arief menjelaskan kalau jajarannya akan menembus rumah demi rumah untuk menangkal ajaran yang dapat merugikan Kota Tangerang.

“Sampai tingkat rumah, enggak sampai RT dan RW doang, karena mereka hidup bermasyarakat harus membaur dengan smua yang ada,” sambung Arief.

Sementara, dari pihak kepolisian, Kasubag Humas Polres Metro Tangerang Kota, Kompol Abdul Rachim menyatakan, pihaknya juga sudah melaksanakan serangkaian tindakan pencegahan.

Pencegahan untuk memerangi dan mencegah tersebarnya paham radikalisme terutama kepada Ormas, LSM, dan mahasiswa di Kota Tangerang.

“Sudah, kita sudah merangkul dari semua tokoh agama, ormas, LSM, dan terutama mahasiswa untuk deklarasi tolak tindakan radikalisme,” jelas Rachim.

Rachim menyadari kalau penyebaran terbesar dan termudah adalah melalui media sosial. Maka dari itu, pihaknya sudah road show ke beberapa kampus di kota seribu industri ini memberikan imbauan kepada mahasiswa.

“Sudah ada penyuluhan contoh jangan mudah percaya berita yang belum tentu kebenarannya yang bisa saja isinya berita hoaks. Antisipasi ada kampusnya gerakan radikal gitu juga kita berikan sosialisasi,” imbuhnya. (hisyam)

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

Disarankan

Tinggalkan pesan

Alamat email anda tidak akan disiarkan. Penamerdeka.com tidak bertanggung jawab dengan isi komentar, tulisan komentar sepenuhnya tanggung jawab komentator sesuai aturan UU ITE