Pemkab Bekasi ads HPN 2020

20 Kapal Kecil Iran ‘Lecehkan’ Kapal Induk AS di Selat Hormuz

0 358

TEHERAN,PenaMerdeka – Sebanyak 20 kapal kecil milik Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Iran kawal kapal induk Angkatan Laut Amerika Serikat (AS), USS Abraham Lincoln (CVN 72), transit di Selat Hormuz.

Menurut laporan Kantor Berita Negara Iran, Kamis (12/12/2019), satu kelompok yang terdiri dari 20 kapal kecil IRGC Iran “melecehkan” Kelompok Tempur Kapal Induk USS Abraham Lincoln yang mencakup kapal perang USS Leyte Gulf (CG 55) dan kapal perusak berpeluru kendali USS Farragut (DDG 99).

Kejadian itu terlihat dari foto satelit yang dirilis hari Selasa kemarin, tanpa menjelaskan waktu kejadiannya.

Beberapa kapal kecil Iran mendekati kapal-kapal perang Amerika dalam jarak 400 yard. Militer Amerika belum berkomentar atas penerbitan foto satelit tentang gangguan kapal induk USS Abraham Lincoln dan kapal-kapal perang pengawalnya.

Kelompok Tempur USS Abraham Lincoln dikerahkan ke wilayah operasi Armada ke-5 AS untuk mendukung operasi Angkatan Laut guna memastikan stabilitas dan keamanan maritim di Wilayah Tengah (Central Region), yang menghubungkan Mediterania dan Pasifik melalui Samudera Hindia Barat dan tiga titik choke strategis.

Dengan USS Abraham Lincoln sebagai andalannya, aset kelompok tempur yang dikerahkan mencakup staf, kapal dan pesawat CSG 12, Destroyer Squadron (DESRON) 2, USS Leyte Gulf (CG 55) dan Carrier Air Wing (CVW) 7.

Wilayah operasi Armada ke-5 AS meliputi sekitar 2,5 juta mil persegi air dan mencakup Teluk Arab, Teluk Oman, Laut Merah, dan sebagian Samudra Hindia.

Hamparan ini terdiri dari 20 negara dan mencakup tiga titik kritis di Selat Hormuz, Terusan Suez dan Selat Bab al Mandeb di ujung selatan Yaman.

Kehadiran Kelompok Tempur Kapal Induk USS Abraham Lincoln di wilayah operasi Armada ke-5 Amerika menunjukkan komitmen AS dan mitra regionalnya terhadap arus perdagangan bebas, keamanan maritim regional, dan kebebasan navigasi.

Kapal induk itu meninggalkan Norfolk, Virginia, pada bulan April lalu dan dialihkan ke Timur Tengah pada bulan Mei. USS Abraham Lincoln tetap berada di Laut Arab untuk menghindari jalur selat yang berbatasan dengan Iran.

Ketegangan di Teluk meningkat sejak serangan terhadap kapal-kapal tanker minyak musim panas ini, termasuk di lepas pantai Uni Emirat Arab, dan serangan besar terhadap fasilitas minyak di Arab Saudi. Washington menyalahkan Iran sebagai dalang berbagai serangan tersebut, namun Teheran membantahnya. (uki)

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

Disperkimta Tangsel Ads
Disarankan
Loading...