Pemkab Bekasi ads HPN 2020

Siswi SMAN 1 Tangsel Diduga Jadi Korban Perundungan Kaka Kelas

0

KOTA TANGSEL,PenaMerdeka – Seorang siswi SMAN 1 Tangsel diduga menjadi korban perundungan Kaka kelasnya.

Siswi kelas 11 berinisial AMP (16) ini mendapat perlakuan semena-mena saat jam istirahat di sekolahnya, di Jalan Pendidikan, Ciputat Tangsel, Kamis (27/2/2020).

Ferly, kakak korban mengungkapkan, kejadian perundungan tersebut terjadi saat adiknya sedang membeli makanan di kantin sekolah waktu jam istirahat.

Kemudian, ketika adiknya ingin kembali ke kelas, tiba-tiba didatangi oleh kaka kelas berinisial T dan langsung membuat malu korban (Body Shamming)

“Jadi adik saya lagi jajan sama teman-temannya, pada saat jalan menuju kelas tiba-tiba adik saya dicegat oleh pelaku (T). Pelaku langsung bilang kenapa lo pake behel? Kenapa lo sekolah disini? Gak pantes lo sekolah disini,” kata Ferly menirukan penjelasan adiknya, Jumat (28/2/2020).

Setelah mencemooh kan adiknya, Ferly melanjutkan, pelaku langsung mendorong AMP, hingga terjatuh dan kepalnya terbentur lemari pendingin.

“Setelah ditanya-tanya seperti itu, adik saya langsung didorong oleh pelaku hingga terjatuh sampai kepalanya terbentur lemari pendingin di kantin, mendapat perlakuan tersebut, adiknya langsung melakukan perlawanan.” ucapnya.

Tak berhenti disitu, Ferly menuturkan, kejadian perundungan terhadap adiknya kembali terulang saat pulang sekolah.

Saat itu, kata dia, pelaku T bersama 15 orang temannya diduga melakukan pengeroyokan kepada adiknya di dalam ruang kelas yang kosong.

“Waktu pulang sekolah, adik saya masih dibully lagi. Pelaku kata adik saya mengumpulkan teman-temannya, dan mengeroyok adik saya di dalam kelas yang kosong, sampai beberapa bagian lebam,” tuturnya.

Saat ini, Ferly menambahkan, usai kejadian tersebut, adiknya terus mengurung diri di kamar lantaran trauma akibat perundungan yang dilakukan kakak kelasnya.

Atas kejadian itu pula, pihak keluarga sudah membuat laporan ke Polres Tangsel, guna mendapatkan keadilan.

“Usai kejadian itu, adik saya sering dikamar terus, masih ketakutan, sampai ga mau makan,” pungkas Ferly.

Sementara, saat dikonfirmasi, Kasat Reskrim Polres Tangsel, AKP Wibisono mengatakan pihaknya belum mendapatkan laporan dugaan bullying tersebut. Kendati begitu, pihaknya akan menyelidiki ke pihak sekolah.

“Saya belum lihat. Nanti saya cek dulu yaa, Insya Allah nanti saya akan dateng ke sekolahan,” tandas Wibisono. (ari tagor)

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

Disperkimta Tangsel Ads
Disarankan
Loading...