Terduga Pencabulan Santriwati di Padarincang Sempat Iming-imingi Jimat

EMPAT SANTRIWATI DALAM KONDISI SOK

0

KABUPATEN SERANG,PenaMerdeka – Kasus pencabulan santriwati disesalkan pihak keluarga korban, lantaran terduga merupakan pimpinan pondok pesantren (Ponpes) di Desa Citasuk, Padarincang, Kabupaten Serang.

Ada empat (4) santriwati yang diduga menjadi korban pencabulan oleh J (51) sang pimpinan Ponpes.

Saat ini J sudah dilaporkan polisi, Senin (27/7/2020). Proses pelaporan didampingi Lembaga Perlindungan Perempuan dan Tempat Perlindungan Anak (LP2TPA) Kab Serang dan Laskar Merah Putih (LMP) Mancak.

Ada 4 Santriwati yang telah melaporkannya ke Polres Serang Kota, diantaranya, yaitu M (20), F (17). E (14) dan L.

Nahrudin salah seorang orang tua korban mengaku tidak menyangka hal tersebut, mengingat pesantren adalah tempat mencari ilmu.

“Kalau memang benar saya sangat menyesalkan adanya aksi bejat tersebut. Inikan pesantren,” katanya, saat ditemui di Polres Serang, Senin (26/7/2020).

Ia mengaku hingga saat ini anaknya belum bisa menjelaskan terkait peristiwa tersebut, hanya saja dari laporan yang diterimanya anaknya telah menjadi korban.

“Sampai sekarang anak saya belum berani bicara kalau ke saya, tetapi saya berharap pihak kepolisian dapat mengungkap peristiwa tersebut,” katanya.

Di tempat yang sama, Ketua LMP Mancak Anton Daeng mengatakan, keempat korban yang telah melapor saat ini sudah divisum dan terbukti.

“Korban yang kami bawa ke Polres Serang Kota saat ini yang berasal dari Mancak, tetapi yang dari Anyer dan Gunung Sari juga ada, tetapi yang bersedia hanya yang dari Mancak,” katanya.

Ia mengungkapkan, berdasarkan dari keterangan korban, jika J mendatangi ke pelosok-pelosok untuk mencari calon santriwatinya, dan biasanya penjemputan dilakukan di malam hari.

“Berdasarkan pengakuan dari korban, pelaku mengiming-imingi jimat dan wiridan, kemudian disetubuhi, terkadang dilakukan di pondok, villa dan kendaraan,” terangnya.

Sementara itu, Joshua Pengacara J mengungkapkan jika saat ini pihaknya tengah melihat perkembangan yang ada.

“Kita lihat pekembangan, selanjutnya apakah ada pemanggilan atau tidak, kita akan menunggu arahan pihak kepolisian,” ungkapnya.

Ia menyatakan jika kliennya saat ini masih status sebagai saksi, dan akan koperatif mengikuti proses yang ada.

“Hingga sejauh ini statusnya masih sebagai saksi, dan kita akan selalu koperatif. Nanti tunggu intruksi kepolisian,” katanya. (dra)

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

Disarankan
Loading...