Truk Dilarang Lewat Jalan Tol saat Arus Balik Hari Raya Idul Adha

0

JAKARTA,PenaMerdeka – Kementerian Perhubungan (Kemenhub) melarang mobil barang dengan sumbu tiga atau lebih tidak menggunakan jalan tol untuk kembali ke Jakarta saat arus balik Hari Raya Idul Adha 1441 Hijriah.

Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan (Kemenhub) Budi Setiyadi menyarankan, mobil barang menggunakan jalan arteri sebagai opsi rute perjalanan ke ibu kota.

“Dalam rangka mempersiapkan arus balik selama periode libur Iduladha, mengimbau bagi mobil barang dengan sumbu 3 atau lebih untuk tidak kembali ke Jakarta dengan menggunakan jalan tol,” tulis keterangan resmi Kemenhub.

Ia mengatakan, berdasarkan laporan pada H-1 Iduladha menunjukkan peningkatan volume lalu lintas. Ia merinci, volume kendaraan cenderung mengalami peningkatan sejak H-4 Idul Adha.

Hingga H-2 tercatat peningkatan sebesar 18 persen kendaraan keluar Jakarta, atau sebanyak 145.596 kendaraan. Sementara itu kendaraan masuk Jakarta sejumlah 120.589 kendaraan.

“Saat ini berdasarkan laporan yang saya dapatkan cenderung ada kenaikan volume lalu lintas di jalan tol pada periode libur Iduladha, imbauan ini untuk mengoptimalkan penggunaan dan pergerakan lalu lintas pada beberapa ruas jalan tol dan jalan nasional,” jelasnya.

Budi juga mengimbau truk untuk sementara menghindari menggunakan jalan tol, sebagai opsi truk dan kendaraan sumbu tiga dapat menggunakan jalan arteri sebagai opsi rute perjalanan.

“Dengan demikian mobil barang logistik sumbu 3 ke atas diharapkan menggunakan jalan arteri (non tol) yaitu melalui Jalur Pantura Semarang – Cirebon – Indramayu – Karawang – Bekasi,” ucapnya.

“Untuk sementara penggunaan tol Trans Jawa mulai dari Ruas Semarang sampai dengan Jakarta karena akan diprioritaskan untuk kendaraan pribadi,” imbuhnya.

Sementara, Jasa Marga mencatat sebanyak 192.103 kendaraan keluar Jakarta pada H-1 Hari Raya Iduladha atau Kamis (30/7). Kendaraan meninggalkan Jakarta melalui arah timur, barat, dan selatan. Volume lalu lintas kendaraan meninggalkan Jakarta juga meningkat hingga 56,1 persen. (Jirur)

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

Disarankan
Loading...