Wali Kota Vs Ketua DPRD Kota Serang Silang Pendapat Soal Chekpoint PSBB

ANGGAP CHEKPOINT TAK EFEKTIF

KOTA SERANG,PenaMerdeka – Kota Serang tengah menerapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) sejak 10 September. Saat perpanjangan PSBB pelaksanaan chekpoint ditiadakan. Pasalnya chekpoint dianggap tidak efektif.

“Ceckpoint saya lihat tidak efektif, karena hanya membatasi di tempat masuk,” ucap Wali Kota Serang Syafrudin di Gedung DPRD Kota Serang, Cipocok Jaya, Kota Serang, Senin (28/9/2020).

Menurutnya, Pemkot Serang lebih baik melakukan sosialisasi kepada masyarakat agar menerapkan protokol kesehatan, karena kuncinya ada di masyarakat. Tidak dengan gencar melakukan chekpoint PSBB.

“Lebih baik kamimemberikan sosialisasi kepada masyarakat untuk mentaati dan memperketat protokol kesehatan,” ucapnya.

Selain itu, menurutnya juga, lebih baik pihaknya melakukan upaya penelusuran bagi yang terpapar.

“Jadi anggaran untuk chekpoint lebih baik untuk tracking dan penyemprotan di tempat yang terpapar,” katanya.

Menaggapi hal itu, Ketua DPRD Kota Serang Budi Rustandi mengaku tidak sependapat jika chekpoint PSBB ditiadakan.

“Chek point harus tetap dilaksanakan, karena mengatur masuk orang dari luar daerah ke dalam kota. Jadi harus tetap ada,” katanya.

Dia mengaku, akan membicarakan hal tersebut dengan Wali Kota Serang Selaku Ketua Gugustugas. Maka itubdia mengaku akan berkoordinasi dengan pihak Pemkot.

“Nanti saya akan obrolkan ke pak wali, untuk diberikan masukan. Kan beliau ketua gugustugasnya,” katanya.

Pada saat situasi PSBB ini, Dia mendorong agar penerapan protokol kesehatan lebih diperketat, walaupun memang aktifitas usaha masyarakat tidak ditutup.

“Kan kita sepakat perekonomian tidak ditutup dalam rangka untuk kebutuhan mereka. Karena pemerintah tidak sanggup untuk membrikan bantuan yang besar. Tapi juga pemerintah harus memastikan agar protokol kesehatan dijalankan,” katanya. (dra)

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

Disarankan
Loading...