Razia di RedDorz BSD dan Spa Sehat Ree Alsut Tangsel, Cewek BO Diciduk Petugas

TRAUMA KASUS VENESIA 21 MUDA-MUDI BUKAN SUAMI ISTRI TERJARING

KOTA TANGSEL,PenaMerdeka – Sebanyak 21 orang terjaring razia petugas gabungan antara Satpol PP Tangsel, TNI dan Polri di penginapan Motel Redoorz BSD serta Spa Sehat Ree Alam Sutera (Alsut), Serpong, Kota Tangsel, Rabu (21/9/2020) malam.

Kabid Penegakan Perda Satpol PP Tangsel Sapta Mulyana, mengatakan, razia ketertiban umum berdasarkan atas laporan masyarakat, Motel dan tempat reflexsi yang kita gerebek bersama petugas gabungan terindikasi adanya praktik prostitusi.

“Maka kita sisir pada penginapan di RedDorz BSD dan spa reflexsi di Alsut, Pakulonan, Serpong Utara ini. Kami cek dari kamar ke kamar ditemukan sejumlah pasangan bukan suami isteri, lalu kita bawa ke kantor,” ungkap Sapta Mulyana kepada penamerdeka.com, Selasa (29/9/2020) malam.

Setelah menangkap pasangan bukan suami istri, kata Sapta pihaknya melanjutkan proaes BAP. Lalu dilakukan pendataan tindakan lantaran bukan pasangan suami istri.

 

Razia Penertiban Umum Reflexy di Alsut Tangsel
Petugas gabungan saat menggerebek salahsatu tempat reflexology di Alam Sutera Tangsel

Dia mengaku bahwa pihaknya bekerja sama juga dengan Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (DPMP3AKB) serta Dinkes Kota Tangsel

Dinkes lalu melakukan skrining rapid tes kepada 21 orang yang telah berhasil diamankan.

“Tadi hasil dari rapid tes, satu orang pria hasilnya reaktif covid 19, sisanya negatif semua. Dan saran dokter tadi, yang hasilnya reaktif covid agar melakukan isolasi mandiri,” imbuhnya.

Sementara Hartinah Kasi Perlindungan Perempuan pada DPMP3AKB Kota Tangsel mengaku sengaja melakukan operasi penertiban secara langsung.

“Kami langsung ke lapangan, untuk mencegah tindak pidana perdagangan orang (TPPO). Kita tidak ingin seperti kasus Venesia itu, yang seperti dianggap tim Pengawas Tangsel gak punya nyali melakukan tindakan pencegahan,” cetusnya.

Dalam kegiatannya hari ini pun, ia langsung menyimpulkan sementara ada indikasi sebagai TPPO.

“Ada dua orang perempuan muda bukan warga Tangsel diduga sebagai BO (Booking Order), yang dikontrol seseorang dari jauh sebagai mucikarinya. Ya mucikari perempuan juga,” tutur Hartinah

Informasi yang berhasil dihimpun, sedangkan dari puluhan yang terjaring, dua wanita warga luar Kota Tangsel (Sesuai KTP beralamat Bengkulu Sumsel dan Pulogadung Jaktim) terindikasi terlibat dalam praktik prostitusi online.

Mereka menjajakan syahwat hidung belang di Tangsel lantaran di Jakarta disebutkan sedang diberlakukan PSBB ketat. Wanita sesuai dengan keterangan KTP yang ditahan petugas tersebut berusia sekitar 32 tahun.

Dan saat itu juga terduga perempuan BO itu langsung dibawa petugas ke Mapolres Tangsel. Nantinya, petugas bukan hanya merazia penginapan dan hotel RedDorz BSD saja, tepapi bakal melakukan penertiban tempat serupa yang lain. (msg)

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

Disarankan
Loading...