Kasus Positif Covid-19 di Kota Bogor Didominasi Klaster Perkantoran

PERKANTORAN DIMINTA PERKETAT PROKES

KOTA BOGOR,PenaMerdeka – Kasus positif Covid-19 di Kota Bogor didominasi klaster perkantoran. Saat ini, Pemkot Bogor meminta kepada seluruh perusahaan dalam masa perpanjangan PSBMK memperketat pengawasan protokol kesehatan.

Wali Kota Bogor, Bima Arya Sugiarto mengatakan, Klaster keluarga yang ada di Kota Bogor bila dibedah kembali itu sebetulnya beririsan dengan klaster luar kota dan perkantoran.

Jadi, kata dia sebagian besar dari kasus keluarga adalah terpapar dari anggota keluarga yang bekerja di luar kota, ke luar kota dengan tujuan apa pun, atau beraktivitas di luar kota kemudian menulari anggota rumah tangganya.

“Anak-anak yang terpapar sebagian besar adalah anak-anak yang tidak keluar rumah. Jadi, terpapar oleh usia produktif,” kata Bima, Rabu (30/9/2020).

Bima meminta kepada perusahaan dan perkantoran di Kota Bogor lebih ketat menerapkan protokol kesehatan.

“Jadi penguatan kita di perkantoran. Kami akan awasi sejauh mana kantor-kantor disiplin mengikuti aturan 50% karyawan WFH (work from home / bekerja dari rumah) dan yang memiliki komorbid (penyakit bawaan) dilarang untuk bekerja dulu,” terangnya.

Poin lain yang dibahas adalah terkait pembatasan aktivitas warga, khususnya sektor perekonomian hingga pukul 21.00 WIB.

“Kami menyepakati bahwa berdasarkan data, kita masih melihat adanya kebutuhan untuk membatasi aktivitas warga. Namun, sektor perekonomian harus terus berjalan dan tentunya dengan penerapan protokol kesehatan ketat,” ujar Bima.

Tim Elang dan Tim Merpati, lanjutnya, masih akan terus bermanuver di lapangan untuk memastikan ditaatinya protokol kesehatan di unit usaha, termasuk pembatasan aktivitas warga di pedestrian luar seputar Istana dan Kebun Raya Bogor setiap Sabtu-Minggu untuk mengantisipasi kerumunan. (ew)

Disarankan
Click To Comments