Jazuli Abdillah Selamat Idul Fitri

Ladang Subur Usaha Panganan Tradisional

Bergulat dengan mengutak atik bentuk dan rasa makanan ringan memang tidak pernah ada habisnya. Usaha di bidang makanan memang selalu menguntungkan, karena didasari oleh kebutuhan setiap manusia untuk makan tanpa meninggalkan pekerjaan sedetik pun telah mengilhami para pengusaha makanan untuk menciptakan makanan ringan yang menarik, bergizi, dan enak.

Tren mengangkat kembali dan membuat panganan tradisional untuk dinikmati oleh generasi muda saat ini telah menjadi ladang subur bagi mereka yang akan membuka usaha makanan ringan. Makanan tradisional yang dimodifikasi oleh ornamen-ornamen cita rasa serta kemasan yang modern akan merubah pandangan bahwa makanan tradisional itu kampungan.

Mempopulerkan makanan tradisional sama dengan mengangkat kembali kebudayaan daerah-daerah yang ada di Indonesia. Selain itu jika membuka usaha makanan ringan dengan mengangkat kembali makanan tradisional, maka peluang pasar pun akan terbuka lebar. Makanan tradisioanl yang langka dan memilki rasa yang khas banyak dicari oleh masyarakat yang tingggal diperkotaan bahkan jika pintar memasarkannya, usaha panganan tradisional bisa tembus ke pasar mancanegara.Dengan terus mengikuti perkembangan pasar dan momen ada, maka usaha makanan ringan ala tradisional akan melejit pemasarnnya ke publik.

Dari segi modal, membuka usaha makanan ringan tidak memakan biaya yang banyak. Misalnya membuat makanan ringan keripik singkong dan emping melinjo. Dua jenis makanan ringan tersebut merupakan makanan ringan yang banyak digemari dan murah. Untuk makanan ringan yang dapat mengganjal perut dan bersifat makanan padat bisa dibuat penganan dari nasi atau tepung yang berisi sayuran atau suir-suir daging.

Selanjutnya, untuk mempopulerkan panganan tradisional ini tidak hanya cukup dengan memproduksinya saja tetapi dari segi pemasaran pun penting untuk diperhatikan. Di tengah kota yang masyarakatnya sangat sibuk sangat jarang bagi mereka untuk bisa keluar kantor memesan makanan, maka pemasaran dengan sistem delivery mungkin untuk dilakukan. Dengan sedikit usaha ekstra menjemput pesanan dan mengantarkannya akan semakin menambah income usaha makanan ringan ini. Bukankah tidak ada makan siang gratis di dunia ini? Semua kesuksesan diperoleh denngan kerja keras.

Dengan demikian, ada dua keuntungan membuka usaha makanan ringan berbasis nuansa tradisional ini. Pertama makanan tradisional merupakan makanan yang unik dan jarang ditemui sehingga dengan mengangkatnya kembali maka akan banyak dicari orang karena kelangkaannya tersebut. Kedua, usaha membuka panganan tradisional ini tidak sekedar menjual makanannya saja, tapi pada hakikatnya telah memperkenalkan kekayaan bangsa Indonesia melaui keanekaragaman makanan yang dimiliki.

Get real time updates directly on you device, subscribe now.