Zulfikar Demokrat

Dinas Cikarang : Pemeliharaan Drainase Kota Tangerang Mandek Dipersoalan Sepele

0

Pemeliharaan drainase di Kota Tangerang disebutkan beberapa pihak belum berjalan maksimal. Sejumlah faktor tekhnis yang krusial dan sepele ditenggarai masih identik menjadi kendala pemeliharaan drainase di Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang (Cikarang), Kota Tangerang.

“Saya menyaksikan sendiri Mas. Oknum pekerja dari DKP khusus yang bagian menyapu sengaja membuang sampah ke drainase,” kata Purnawan HS, Kepala Bidang Drainase Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang Kota Tangerang, kepada Pena Merdeka beberapa waktu lalu.

Namun demikian kata Purnawan melanjutkan, akibat perbuatan oknum pegawai DKP yang tidak bertanggung jawab tersebut akan menyebabkan pendangkalan pada sistem drainase.
“Saya mempunyai bukti photo kalau ada oknum DKP Kota Tangerang yang sengaja membuang sampah ke drainase,” ucapnya menegaskan.

Makanya salahsatu langkah terdekat yang dilakukan pihak internalnya saat ini adalah merubah mainset (pemikiran,red) para pegawai yang ada di dalam dinasnya. Jangan karena hanya persoalan sepele tetapi akan menjadi kendala untuk pembenahan sistem drainase kita.

Pasalnya karena selama ini menurut pria yang kerap dipanggil Pur ini menjelaskan, proses pemeliharaan hanya melaksanakan yang mudah saja.

“Drainase yang tertutup cor seberat lima ton tidak dikerjakan, dilewati saja. Padahal kalau polanya seperti ini maka sama saja seperti DKP yang hanya sekedar nyapu. Seharusnya jika petugas menemukan kendala drainase yang sistemnya tertutup beton lima ton layaknya supaya dibongkar lebih dahulu untuk diperbaiki sistemnnya,” ucapnya.

Dalam proses pemeliharaan kata Pur menjelaskan, sejatinya harus memiliki 4 unsur yakni matrial, alat, gudang dan SDM (Operator).

Terkait dengan kelengkapan tugas di lapangan kata Pur pihaknya sudah mengajukan anggaran untuk membeli alat pemeliharaan kendati ia meyakini dalam pengajuannya sulit untuk direalisasi.

“Karena sejumlah usulan dari Cipta Karya dan Dinas Tata Ruang ada yang dicoret pihak DPRD, alasannya lantaran masih dianggap cukup masih bisa disewa. Padahal alat tersebut akan digunakan untuk jangka panjang. Yaa kan anggaran untuk kebutuhan itu bisa direalisasi karena Kota Tangerang memiliki anggaran cukup,” pungkasnya menjelaskan. (yuyu)

Puji Rahman Hakim Perindo
Baca Berita Lainnya

Tinggalkan pesan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.

ipsum diam dapibus commodo Aliquam Nullam amet, non