Daftar Calon Tetap Anggota DPRD Kota Tangerang Pemilu 2019

Asda Desak Camat, Sampah Jakarta Jangan Lolos ke Kota Tangerang

0 107

Sampah limbah DKI Jakarta yang menyebrang dibuang ke Karang Tengah dinyatakan oleh Syaipul Rohman Asisten Daerah I Kota Tangerang saat ini lokasinya telah disegel dan Camat setempat didesak jangan ‘kecolongan’ terhadap pelanggaran tersebut.

“Kita sudah meminta terhadap pihak Kecamatan Karang Tengah untuk segera menutup lokasi pembuangan sampah yang terletak di kavling Jalan Kejaksaan Agung, Kelurahan Karang Mulya tersebut. Pihak kecamatan Karang Tengah jangan kecolongan lagi,” ungkap Syaipul, kepada Pena Merdeka, Kamis (15/9).

Menurut Syaipul Rohman, jika akses jalan yang sudah ditutup ternyata masih saja lolos dan membandel melakukan kegiatan pengurugan kembali maka kita akan lakukan tindakan.
“Ini berlaku kepada semuanya termasuk Camat, Lurah pengembang atau pemilik lahan,” ucapnya menegaskan.

Terkait langkah kedepan kami pihak Pemkot Tangerang sudah berkoordinasi dengan Pemrov DKI Jakarta. Pihak Pemrov DKI sedang menelusuri siapa oknum dari pihaknya yang sengaja membuang sampah limbah ke Kota Tangerang dengan menggunakan armada truk milik Dinas Tata Air DKI Pemprov Jakarta.

“Walikota Tangerang sudah berkoordinasi dengan Gubernur DKI Jakarta soal adanya pembuangan sampah yang masuk ke Kota Tangerang. Kedepan kami juga akan melakukan pengawasan secara bersama,” katanya.

Pasalnya kata Asda menuturkan bahwa Kota Tangerang secara wilayah berdampingan dengan DKI Jakarta. Selain wilayah Karang Tengah yang langsung berbatasan adalah Larangan, Batu Ceper dan lainnya.

Sebelumnya diberitakan ada sekitar 5 truk Dinas Tata Air DKI Jakarta dalam setiap harinya untuk membuang sampah ke wilayah ini. Jadi jika satu hari ada dua armada yang mengangkut lumpur sampah maka ada sepuluh rit sampah yang masuk ke wilayah ini.

Sementara itu seorang sopir armada truk bernomor polisi B 9847 POQ milik Dinas Tara Air DKI Jakarta membenarkan kalau ia bisa membawa sampah lumpur dua kali dalam sehari. Ada sekitar lima mobil dalam sehari yang mengangkut sampah ke lokasi ini.

“Tapi kalau kondisinya macet hanya satu rit saja, lumpur yang saya bawa dari daerah Senen, Jakarta Pusat, ” kata sopir yang enggan disebutkan namanya ini menjelaskan.
Camat Karang Tengah, Sucipto mengaku bahwa proses kegiatan pengurugan sampah lumpur di wilayahnya dikatannya illegal tanpa izin dan sepengetahuan pihaknya.

Sucipto juga mengklaim pembuangan limbah lumpur yang mengunakan sejumlah armada truk Unit Alkal Dinas Tata Air (DTA) Daerah Provinsi DKI Jakarta saat ini tidak ada koordinasi.

”Memang tidak ada izin dan koordinasi ke kami. Saya juga tidak tahu pasti,” ujarnya.
Dikatakan Sucipto berdasarkan laporan diketahui bahwa pembuangan limbah lumpur yang berasal dari wilayah Provinsi DKI Jakarta itu atas permintaan pemilik lahan. (herman)

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

Disarankan
HPN
Loading...