Daftar Calon Tetap Anggota DPRD Kota Tangerang Pemilu 2019

APBD-P 2016 Kota Tangsel, Pembangunan Fisik Banyak Terpangkas

0 60

APBD-Perubahan 2016 Pemerintah Kota Tangsel mencapai Rp3.312 Triliun. Dari ratusan program yang masuk dalam kegiatan di perubahan, banyak agenda terpangkas. Paling banyak ada program kegiatan fisik.

Bagian Pertanahan Setda tercatat pemangkasannya terbesar hingga Rp11 miliar. Disusul Dinas Bina Marga Sumber Daya Air (DBMSDA) Rp5,2 miliar.

Wakil Ketua DPRD Kota Tangsel Ahadi mengatakan, dana yang terpangkas tidak hilang tapi berpindah kegiatan lain. Saat APBD memang digunakan untuk pembelian lahan untuk pelebaran di sejumlah ruas jalan.

Tetapi, saat perubahan tidak mungkin dilakukan karena waktunya sempit. Setelah melalui berbagai pembahasan disepakati kalau belasan miliar dialihkan untuk kegiatan non fisik. Seperti kegiatan diklat, pemetaan aset daerah yang belum disertifikat hingga kegiatan lainnya.

“Sudah kita hitung dan tidak memungkinkan kalau dipaksakan kegiatan fisik pada bagian pertanahan dilanjutkan di perubahan. Solusinya kita geser saja kegiatan tersebut ke non fisik,” katanya, saat dihubungi, Selas (27/9).

Politisi Partai Gerindra ini menyebut postur APBD-Perubahan sudah sesuai dengan rencana kerja kegiatan. Artinya dengan sisa waktu yang sedikit anggaran bisa terserap maksimal. Apalagi banyak kegiatan non fisik yang digarap.

Bila dikalkulasi anggaran tersebut bisa terserap dengan baik. Soalnya, kalau non fisik dari adminstrasinya tidak begitu rumit. “Bisa langsung dikerjakan tanpa menunggu lelang yang memakan waktu cukup lama,” ujarnya.

Ditambahkan anggota Komisi IV DPRD Kota Tangsel Rizki Jonis, pemangkasan anggaran di DBMSDA lebih kepada proyek yang besar-besar. Untuk perubahan anggaran fisik dikurangi dan lebih fokus kepada kegiatan jalan lingkungan dengan nilai proyek tidak begitu besar.

“Kalau untuk kegiatan lingkungan kan bisa langsung dikerjakan. Bila dilihat dari hitung-hitungannya tidak memakan waktu lama. Maka itu dimasukkan dalam perubahan,” ungkapnya.

Meski begitu, politisi dari Partai Demokrat ini mewanti-wanti DBMSDA dapat mengukur waktu pengerjaan. Kegiatan yang cuma dua bulan harus bisa dimanfaatkan jangan sampai molor. Bila tertunda nanti malah jadi sisa lebih penggunaan anggaran (silpa).

“Bila tetap ada dana yang tidak terpakai jangan besar. Pemkot harus bisa mengukur dengan rincian waktu,” terang wakil rakyat dari Dapil Pamulang ini.

Sementara Wakil Walikota Benyamin Davnie mengatakan, APBD-Perubahan memang lebih difokuskan pada kegiatan bukan fisik. Ini lantaran kegiatan tersebut tidak memakan waktu panjang. Begitupun untuk di tahun 2016, kegiatan seperti diklat lebih jadi fokus.

“Untuk memantapkan sumber daya manusia (SDM) agar lebih baik lagi. Bila sudah meningkat program bisa terencana dengan baik,” pungkasnya. (deden)

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

Disarankan
Loading...