Kecamatan Benda Wakili Kota Tangerang dalam Ajang Tanaman Sulam Banten

Kecamatan Benda, Kota Tangerang konsen membangun mainset pelayanan dengan lingkup gedung pelayanan yang terkorelasi. Tidak hanya itu, memberdayakan daur ulang limbah yang mempotensikan UMKM setempat dengan konsep budaya lokal Betawi sudah dilakoninya sejak jauh hari.

Alhasil di Kota Tangerang, Kecamatan Benda karena mendapat jawara di tingkat lokal Kota Tangerang akhirnya dipilih mewakili kota berjuluk Akhlakul Karimah dalam ajang lomba penyulaman tanaman, kebersihan gedung atau bangunan dan lingkungan tingkat Provinsi Banten 2016.

Ada yang berbeda ketika Camat Benda, Suli Rosadi memaparkan kepada tim penilai dari Provinsi Banten, disebutkannya kebiasaan dan tampilan kecamatan memang adanya seperti ini tidak lantaran menjelang penilaian lantas bersih-bersih dan melakukan persiapan khusus.
“Ini sudah menjadi kebiasan semua unsur pegawai untuk melayani masyarakat.”

“Kami ingin membangun konsep supaya pelayanan tidak melulu dengan formal.

Artinya dengan pelayanan yang penuh senyum ditambah dengan fasilitas baca (perpustakaan, red), tempat ibadah yang juga berada dekat parkiran yang sudah dikonsep sejatinya sudah berkorelasi. Maka masyarakat ketika mengurus persoalan kebutuhan administrasi bisa nyaman,” kata Camat Suli, Selasa (8/11).

Jadi menurutnya, kebiasaan kami memang selalu bersih-bersih dan mengedepankan konsep lingkungan. Banyak sejumlah hasil karya dari daur ulang limbah bahkan sudah mengorbit ke segmen pasar internasional.

“Kami bersama masyarakat serta UMKM yang ada di sini (Kecamatan Benda) sudah menghasilkan sejumlah produk yang bisa berdaya saing dari kuliner hingga fashion ‘Bujug Buneng’ asli produk lokal dari Kecamatan Benda,” ungkapnya.

Sekretaris Kecamatan (Sekcam) Benda, Nur Hidayatulloh mengatakan bahwa karena wilayah ini memang berada dekat Bandara Soekarno-Hatta dan jalur perlintasan kami sedang membangun tempat yang khusus menampung hasil kerajinan dari masyarakat setempat dan Kota Tangerang.

“Kami ingin supaya ketika orang yang habis dari atau akan Bandara bisa membawa buah tangan (oleh-oleh) khas kuliner atau kerajinan khas Kota Tangerang,” ucap pria yang kerap disapa Ayak kepada PenaMerdeka.com.

Kedepan mudah-mudahan proses pembangunan gedung itu lancar tidak ada halangan sehingga Kota Tangerang mempunyai tempat yang khusus membawa cenderamata. (agus)

Disarankan
Click To Comments