Daftar Calon Tetap Anggota DPRD Kota Tangerang Pemilu 2019

Konflik PPP kata Romy Sudah Rampung di Muktamar Islah

0 60

JAKARTA, PenaMerdeka.com-Kendati kubu PPP Romahurmuziy dan Djan Faridz berbeda haluan terkait dukungan calon gubernur dan wakil gubernur DKI Jakarta. Namun kubu Romahurmuziy optimistis konflik PPP kepengurusan partai berlambang kabah akan rampung pasca perhelatan Pilkada DKI Jakarta 2017.

Saat ini diakui Ketua Umum PPP, Muhammad Romahurmuziy pihaknya tengah mengusung pasangan Agus Harimurti Yudhoyono-Sylviana Murni. Sedangkan kubu Djan Faridz mendukung pasangan petahana Basuki Tjahaja Purnama-Djarot Saiful Hidayat.

“Dinamika politik terlihat rekonsiliatif pasca-Mukatamar PPP di Pondok Gede. Bahkan, kata Romy, kader PPP kubu Djan Faridz menjadi peserta muktamar. Pasti konflik PPP selesai, pasti akan kembali,” kata Romy usai acara harlah ke-44 di Kantor DPP PPP, Tebet, Jakarta, Kamis (5/1) malam.

Terkait dengan konflik di PPP yang selama ini belum rampung, Romy menegaskan bahwa sebenarnya permasalahan sudah paripurna di Mukmatar Islah itu. Tetapi kata Romy, dinamika politik kembali menghangat menjelang Pilkada DKI Jakarta.

“Politik konflik PPP kembali hangat saat perhelatan Pilkada DKI Jakarta. Karena memang gelombang naiknya persoalan yang terjadi karena persoalan Pilkada DKI. Itulah saya katakan, nanti kalau Pilkada DKI selesai ini, persoalan PPP tidak muncul lagi. Karena memang persoalan yang ada, memang mengiringi Pilkada DKI,” ucap Romy.

Namun demikian kata politisi muda ini menjelaskan, terkait konflik PPP dalam persoalan hukum, Romy mengatakan Menkumham Yasonna Laoly telah mengajukan banding pada Desember 2016. Memperlihatkan pemerintah merujuk pada proses rekonsiliasi Muktamar Pondok Gede. Muktamar tersebut diinisiasi oleh pemerintah dan senior PPP.

“Rujukannya hanya satu yakni ang benar menurut AD/RT PPP yang tercantum di dalam lembaran negara yang ada di Menkumham. Itulah kenapa Menkumham ketika kalah, dia banding,” kata Romy.

Proses banding yang diupayakan pemerintah lantaran putusan hakim tidak mengikat karena masih di tingkat pertama.

“Belum ada putusan inkracht atau berkekuatan hukum tetap. Kami yakin, optimis bahwa pada proses peradilan berikutnya akan kembali normal, apalagi keputusan akan muncul usai Pilkada DKI selesai. Saya nyatakan akan selesai dengan sendirinya, bersamaan dengan proses Pilkada DKI,” tandas Romy. (wahyudi)

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

Disarankan
Loading...