Kabupaten Tana Toraja Bakal Desain 80 Sekolah Model

Tana Toraja, PenaMerdeka – Kabupaten Pariwisata Tana Toraja akan dijadikan 80 sekolah model, dengan harapan dapat membiaskan kemajuannya bagi sekolah lain. Dengan pelatihan, evaluasi dan monitoring khusus, dan bersinergi dengan sekolah biasnya dan diperlakukan lebih istimewa. Oleh karenanya, perlu dilakukan langkah strategis dalam memilih sekolah dan juga program-programnya.

Pemikiran untuk pembentukan program tersebut mengemuka lantaran di wilayah Sulawesi Selatan, indeks kualitas pendidikan di Tana Toraja dinilai masih tertinggal dibandingkan dengan kota dan kabupaten lainnya. Dari 24 kabupaten indeks pendidikan di Tana Toraja masi diatas 20 besar.

Diharapkan pada tahun 2017, Tana Toraja sudah bisa masuk ke 20 besar, dan 2018 ke 5 besar se-Sulsel, dengan program tersebut.

Dengan menggandeng USAID PRIORITAS sebagai konsultan, sebagai strategi Pemerintah Daerah Tana Toraja yang merencanakan membuat 80 sekolah model yang terdiri dari 8 untuk SMA/SMK, 27 SMP dan 45 SD.

Bupati Tana Toraja Ir. Nicodemus Biringkanae menegaskan “Semua siswa harus mendapatkan pendidikan bermutu,” tegas Bupati di hadapan 400 kepsek, komite dan guru di ruang Pola, Kabupaten Tana Toraja, Sulawesi Selatan (12/01).

Dalam kesempatan itu Koordinator Provinsi Jamaruddin yang mewakili USAID PRIORITAS, mengungkapkan, dari beberapa sekolah yang diharapkan, tidak semuanya langsung bisa dijadikan model.

Jamaruddin menuturkan “Beberapa sekolah harus dijadikan sekolah persiapan model dahulu, dan harus menerima perlakuan khusus sebelum menjadi sekolah model,” ujarnya.

Beberapa prasyarat sebuah sekolah dapat menjadi sekolah model, menurut Jamaruddin, diantaranya minimal berakreditasi minimal B, untuk jenjang SD/MI jumlah minimal siswa per rombelnya 16 orang; dan SMP/MTs; SMA/SMK/MA minimal 18 orang.

Para guru harus menerapkan model pembelajaran aktif, lingkungan sekolah/kelas mendukung proses pembelajaran, mempunyai RKS, RKT & RKAS, serta mengembangkan program membaca. “Untuk mengawal program ini, dibutuhkan tim program atau tim teknis yang khusus dibentuk dan dimandat bupati, tidak bisa diserahkan ke kepala sekolah saja,” tutur Jamar.

Dinas pendidikan atau yang terkait akan menerbitkan SK sekolah terpilih, sebagai langkah awal setelah terpilih.

Selanjutnya sekolah terpilih itu akan didampingi, di monitoring berkala, serta untuk kemajuan, 80 sekolah model juga mendapatkan analisis data monitoring untuk dijadikan sebagai bahan rekomendasi.

“Sekolah yang telah ditunjuk harus maju bersama-sama dengan sekolah bias. Mereka dapat bertukar guru, melakukan in house training, saling mengunjungi perpustakaan, dan KKG atau MGMP bersama, hingga kemajuan bisa menyebar dengan baik ke sekolah lainnya,” tegas Jamar.

Untuk pengembangan, Jamar berharap Bupati Tana Toraja menerbitkan kebijakan khusus terkait 80 sekolah model. “Program ini sifatnya menyeluruh yaitu harus menyentuh pembelajaran, pengelolaan sekolah, budaya baca dan partisipasi masyarakat. Program juga mesti runut, berjenjang dengan perlahan-lahan. Ini bukan program tanggap darurat, oleh karena itu perlu kebijakan yang bisa menegaskan dan fokus pada tahapan-tahapannya,” kata Jamar mengakhiri. (penamas)

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

Jazuli Abdilah ICMI Kota Tangerang
Disarankan