SERANG,PenaMerdeka – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten resmi menggembleng 106 pelajar terpilih dari seluruh wilayah Banten melalui program Super Camp ‘Banten Merebut Garuda’.
Langkah strategis yang digagas langsung Gubernur Banten, Andra Soni bertujuan membuka akses seluas-luasnya bagi talenta muda daerah agar mampu bersaing menembus perguruan tinggi terbaik di tingkat global.
Kegiatan yang dibuka di Aula Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Provinsi Banten pada Sabtu (29/8/2026), menjadi bentuk investasi jangka panjang dalam mencetak sumber daya manusia (SDM) yang berdaya saing global.
Gubernur Andra Soni menegaskan, kesempatan memperoleh pendidikan berkualitas dunia tidak boleh hanya menjadi milik kalangan dengan kemampuan ekonomi atas. Menurutnya, keterbatasan latar belakang bukanlah penghalang meraih mimpi besar.
“Keterbatasan masa lalu bukanlah takdir permanen. Jangan pernah berkecil hati hanya karena kalian berasal dari tempat yang jauh, sekolah daerah, atau keluarga sederhana,” ujarnya dengan penuh semangat di hadapan para peserta yang mewakili 30 SMA negeri se-Provinsi Banten.
Andra Soni menjelaskan bahwa Super Camp bukan sekadar kegiatan seremonial singkat selama dua hari, melainkan sebuah wadah pematangan karakter dan kompetensi.
“Program ini dirancang sebagai inkubator intensif, sebuah galah yang memperpanjang jangkauan kalian untuk melompati batasan, menembus dinding-dinding perguruan tinggi terbaik di dunia,” tegasnya.
Inkubator Intensif dan Pendampingan Enam Bulan
Untuk memastikan proses “penggodokan” berjalan optimal, program ini tidak berhenti pada kegiatan Super Camp (29–30 Agustus 2026) semata.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Provinsi Banten, Jamaluddin mengungkapkan, bahwa seluruh peserta yang tersaring dari 250 pendaftar ini akan menjalani program mentorship intensif selama enam bulan.
Dalam pelaksanaannya, Pemprov Banten membangun kolaborasi strategis dengan berbagai pihak, termasuk Dindikbud Banten, Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta), Google Indonesia, PT Krakatau Sarana Infrastruktur, serta mitra pendukung lainnya.
Sebanyak 22 mentor berpengalaman di bidang pendidikan dalam dan luar negeri diterjunkan untuk mendampingi para siswa, dengan rasio satu mentor membina sekitar lima peserta.
“Pembinaan akan difokuskan pada penguatan motivasi dan karakter, kesiapan teknis dan administrasi beasiswa, kemampuan bahasa Inggris, hingga pembangunan jejaring global,” terang Jamaluddin.
Melalui pendampingan komprehensif ini, Pemprov Banten menargetkan setidaknya 50 persen peserta mampu menembus perguruan tinggi luar negeri pada tahun 2027 mendatang melalui beasiswa kompetitif, seperti Beasiswa Garuda maupun Beasiswa Indonesia Maju.
Di samping kesiapan akademik, Gubernur Andra Soni juga mengingatkan para peserta untuk tetap memegang teguh adab, integritas, serta siap beradaptasi dengan perkembangan teknologi seperti kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI).
Antusiasme Siswa Mengejar Kampus Impian
Program ini disambut hangat oleh para peserta yang menaruh harapan besar untuk melangkah ke kancah internasional.
Kartika Azahra Enselia, siswi kelas XII SMA Negeri 1 Cipanas, Kabupaten Lebak, mengaku menjadikan ajang ini sebagai batu loncatan utama untuk meraih cita-citanya berkuliah di Australia.
“Saya berharap bisa semakin berkembang dan diterima di perguruan tinggi yang saya inginkan melalui beasiswa,” tutur Kartika.
Semangat serupa disampaikan Arleeva Shereen, siswi kelas XII SMA Negeri 3 Kota Tangerang. Arleeva yang telah mempersiapkan diri dengan belajar IELTS secara mandiri kini membidik National University of Singapore (NUS) dan University of Malaya sebagai tujuan utamanya.
“Program ini sangat cocok dengan rencana saya untuk kuliah ke luar negeri,” ungkap Arleeva optimis.
Melalui program “Banten Merebut Garuda”, 106 pelajar ini diharapkan tidak hanya mampu melangkah ke panggung dunia, tetapi juga kembali untuk membawa perubahan positif bagi kemajuan Provinsi Banten di masa depan.







