JAKARTA,PenaMerdeka – Realisasi investasi Indonesia selama dua tahun era Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka sejak triwulan IV 2024 hingga triwulan III 2026 mencapai Rp3.923,2 triliun.

Capaian investasi tersebut turut menyerap sebanyak 5.485.944 tenaga kerja selama periode tersebut.

Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Rosan Roeslani menyampaikan, capaian itu usai melaporkan perkembangan realisasi investasi kepada Presiden Prabowo dalam rapat terbatas bidang ekonomi di Istana Merdeka, Jakarta.

“Jumlah investasi yang masuk, total Rp3.923,2 triliun. Dan penyerapan tenaga kerjanya adalah 5.485.944 orang,” dikutip, Selasa (20/10/2026).

Berdasarkan wilayah, investasi di luar Jawa mencapai 51,8 persen atau Rp2.031 triliun. Sementara itu, kontribusi investasi di Jawa tercatat sebesar 48,2 persen atau Rp1.892,2 triliun.

Dari sisi asal modal, investasi dalam negeri atau Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) mencapai Rp1.998,7 triliun atau 50,9 persen. Adapun Penanaman Modal Asing (PMA) tercatat sebesar Rp1.924,5 triliun atau 49,1 persen.

Rosan menegaskan, pemerintah akan terus mendorong peningkatan investasi berkualitas, terutama yang mendukung hilirisasi dan industrialisasi serta memberikan dampak nyata terhadap perekonomian nasional.

Pemerintah juga memperkuat iklim investasi melalui integrasi sistem perizinan dengan 28 kementerian dan badan. Langkah ini ditujukan untuk memberikan kepastian proses dan waktu perizinan bagi investor dalam negeri maupun asing.

Menurut Rosan, kepastian menjadi salah satu faktor penting dalam meningkatkan kepercayaan investor untuk menanamkan modal di Indonesia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *