KOTA TANGERANG,PenaMerdeka – Mengusung tema “Bersama Kita Jalin Silaturahmi Dalam Seni dan Budaya” Komunitas Seni Budaya Betawi (KSBB) Karang Tengah menggelar buka puasa bersama (bukber) tujuh sanggar seni se-Kecamatan Karang Tengah, Kota Tangerang.

Berlangsung di aula Kelurahan Karang Tengah nampak hadir Camat Karang Tengah, Plt Lurah Karang Tengah, ketua KSBB Kecamatan Larangan, ketua KSBB Kecamatan Ciledug dan puluhan guru sanggar dari tiap wilayah Kecamatan.

Hartoto, pembina KSBB Karang Tengah mengatakan, buka puasa bersama ini untuk memperat tali sillaturahmi antar pelaku seni budaya Betawi, khususnya perguruan silat Betawi di tiga Kecamatan.

“Intinya untuk mengangkat harkat dan martabat kesenian Betawi, maka tadi dihadiri oleh tujuh sanggar Betawi se-Kecamatan Karang Tengah, datang juga dari Ciledug dan Larangan,” terang pria yang akrab disapa Bang Toing kepada PenaMerdeka.com, Senin (11/6/2018).

Toing melanjutkan, pihaknya selaku anggota Dewan DPRD Kota Tangerang, terus berupaya mendorong Perda Kesenian, agar para pelaku seni di Kota Tangerang keberadaannya bisa diakui.

“Saya bersama teman-teman sudah mengajukan, Insya Allah habis lebaran Perda seni budaya ini akan diusulkan,” jelasnya.

Toing juga meminta kepada para pelaku seni yang tergabung di KSBB Karang Tengah atau di setiap sanggar lainnya terus bisa melakukan kegiatan-kegiatan seni Betawi di wilayahnya masing-masing.

“Selain seni Budaya, kita juga punya UKM untuk menaungi hasil kreatifitas teman-teman, seperti pembuatan ondel-ondel, cendol selendang mayang, dodol dan perlengkapan khas Betawi lainnya,” ungkapnya.

Lebih dalam ia mengatakan, hasil kreatif ondel-ondel dari sanggar nantinya akan dijadikan simbol Betawi disetiap tempat pelayanan umum di Pemerintahan Kecamatan Karang Tengah.

“Alhamdulillah tadi Pak Camat Karang Tengah meminta di kantornya untuk dipasangi ondel-ondel dan Insya Allah Pak Camat juga akan mengintruksikan kepada masing-masing Kelurahan untuk memasang ondel-ondel tersebut, sebagai pilot project Budaya Betawi di Kota Tangerang” paparnya.

Toing menambahkan, dengan adanya kegiatan ini, bertujuan untuk menangkal kebudayaan asing yang semakin gencar menyerang dan merusak generasi muda Kota Tangerang, untuk meninggalkan kebudayaannya aslinya sendiri.

“Justru dengan adanya KSBB Karang Tengah ini, agar generasi muda di Kota Tangerang ini bisa taat kepada orang yang lebih tua, salah satu contohnya adalah salam yang seharusnya hidung menyentuh tangan, sekarang dijidat dan di pipi, itu kan tidak boleh,” pungkasnya. (aputra/hisyam)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *