Daftar Calon Tetap Anggota DPRD Kota Tangerang Pemilu 2019

Pemprov DKI Bakal Sulap Makam Kramat Jadi Wisata Religi

0 81

JAKARTA,PenaMerdeka – Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta tengah melakukan pemetaan keberadaan makam keramat yang tersebar di beberapa wilayah Ibu Kota. Pendataan dilakukan sebagai langkah ‘menyulap’ kawasan itu menjadi tempat wisata religi.

“Sedang penataan makam kramatnya di mana saja. Nanti bakal dipetakan menjadi destinasi wisata religi,” terang Asiantoro, Plt Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan DKI Jakarta.

Ia menjelaskan, penghitungan makam itu guna memudahkan masyarakat yang ingin berziarah. Pihaknya bakal membuat pusat informasi yang menunjukkan alamat di beberapa wilayah DKI Jakarta.

“Misalnya Jakarta Pusat ada berapa tempat destinasinya, terus di Jakbar berapa dan Jakarta Utara berapa. Jadi lagi dibuat pemetaannya yah. Masyarakat nanti tinggal baca saja ingin kemana,” tuturnya.

Selain itu, pendataan kuburan itu juga guna mengetahui keadaan sekitar di kawasan pemakaman. Sehingga, pihaknya dapat menentukan konsep dalam melakukan revitalisasi dan pemugaran kawasan bersejarah.

“Kita sedang mencoba fasilitasi parkirannya, makanya itu dipetakan untuk melihat kantong parkirnya peziarah nanti,” ujarnya.

Ia berharap, proses pemetaan selesai di awal tahun 2019, sehingga revitalisasi bisa langsung dieksekusi. Salah satu yang bakal dilakukan pemugaran adalah makam Pangeran Jayakarta di kawasan Jatinegara Kaum, Klender, Jakarta Timur.

“Makam Pangeran Jayakarta kita rencananya beli lahan sekellilong itu di 2019. Kita bakal beli area beberapa meter, buat peziarah lebih nyaman lagi tentunya,” jelasnya.

Kata dia, pihaknya belum dapat membocorkan ihwal alokasi anggaran untuk mempercantik kuburan keramat yang ada di seluruh Ibu Kota. Sebab, masih dalam tahap pembahasan di DPRD DKI Jakarta.

Asiantoro menambahkan, pihaknya akan memberikan tempat bagi pedagang yang ingin menjajakan berbagai kebutuhan para peziarah. Tak hanya itu, nantinya di akan ada pemandu wisata untuk memberikan pengetahuan sejarah kepada para pengunjung.

“Yang jelas kalau ke makam kan berdoa tuh, tapi kan jangan salah kaprah juga. Kita arahkan ke sana, utuk mendoakan bukan minta didoain,” pungkas dia. (deden/uki)

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

Disarankan
Loading...