KOTA TANGERANG,PenaMerdeka – Halal Bihalal DPC Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kota Tangerang beraroma politik Pilkada Kota Tangerang. Sejumlah nama yang kerap mencuat dalam bursa jelang pemilihan umum wali kota dan wakil wali kota (Pilwalkot) Tangerang 2024 nampak turut hadir.

PKB Kota Tangerang berharap ajang Pilwalkot Tangerang nanti terdapat sejumlah pasangan calon (Paslon). Tidak hanya menghadirkan kontestasi paslon wali kota Tangerang tunggal. Sehingga kompetisi politik pilwalkot yang hanya diisi cawalkot tunggal vs kotak kosong 2018 tidak terulang.

Halal Bihalal pasca pasca hari Raya Idul Fitti 1445 hijriyah itu berlangsung di Pakons Prime Hotel, Sukarasa, Tangerang, Sabtu (27/4/2024) lalu, hadir dalam undangan sederet nama yang telah mencuat akrab dalam bursa pencalonan Pilwalkot Tangerang nanti.

Diantaranya Ahmad Fuady Ketua DPC PKB Kota Tangerang selaku pengundang. Lalu ada nama Hilmi Fuad politisi senior yang ditugaskan PKS masuk dalam daftar bakal calon.

Hilmi Fuad pernah nimbrung dalam pencalonan wakil wali kota saat Pilwalkot Tangerang 2013 lalu bersama Cawalkot Abdul Syukur yang saat itu berseragam partai Golkar.

Kemudian hadir duo bakal calon asal partai Demokrat yakni A Jazuli Abdillah dan Helmy Halim. Keduanya bahkan sudah tercatat sebagai bakal calon yang sudah mengembalikan formulir pendaftaran pencalonan di internal DPC Demokrat.

Helmy Halim pengusaha media ini dikabarkan sebelumnya bahkan telah mengambil formulir penjaringan bacalon Pilwalkot Tangerang di PDI Perjuangan.

A Jazuli Abdillah secara elektoral layak diperhitungkan, bukan tanpa sebab lantaran namanya tak asing untuk pemilih di Kota Tangerang karena kini pria berkhas kacamata ini salah serang wakil rakyat di DPRD Provinsi Banten.

Dalam kesempatan acara sejumlah pengurus partai di kota berjuluk akhlakul karimah juga terlihat hadir, yakni Turidi Susanto Ketua DPC Partai Gerindra. Arief Wibowo Ketua DPD PKS, serta tak ketinggalan Ketua DPD Partai Nasdem Kota Tangerang H Suratmin.

Meskipun Ketua DPD Golkar Kota Tangerang Sachrudin tidak tampak saat acara, mantan wakil wali kota Tangerang dua periode itu mewakilkan Rusdi Alam pengurus partai berlambang beringin yang juga anggota DPRD Kota Tangerang. 

KOMUNIKASI BANGUN KOMPOSISI PENCALONAN

Acara bertema halal bihalal ala DPC PKB Kota Tangerang ini disebut sebagai poros terobosan ‘menggagalkan’ pilwalkot kotak kosong. Artinya nama yang disebutkan di atas mengantongi kans maju sebagai calon yang diusung dari partai masing masing.

Para Bacalon yang mengantongi riwayat sebagai politisi potensi membangun koalisi. Dan mendeal-kan komposisi menjadi bakal pasangan calon pada pilwalkot Tangerang yang digelar November 2024 nanti.

Ditambah lagi tercatat nama pejabat birokrat Kota Tangerang, yakni Jamaluddin. Dikabarkan telah mendaftar di PDI Perjuangan dan PKB. Dirinya menjabat sebagai Kadisdik Kota Tangerang. Terang saja bakal meramaikan bursa karena Jamaluddin secara elektoral mempunyai basis massa tersendiri.

Ahmad Fuady Ketua DPC PKB Kota Tangerang menyebut pilwalkot Tangerang diakuinya sempat hanya menghadirkan kompetisi calon tunggal pada 2018 lalu.

Dia mengatakan dari pengalaman itu Kota Tangerang harus mempunyai calon calon yang mampu bertarung di momen pilwalkot nanti.

”Calon calon wali kota dan wakil walikota Tangerang harus ada. Tidak seperti pilkada kota Tangerang yang lalu, yaitu calonnya hanya satu melawan kotak kosong. Itu merusak tatanan demokrasi kita,” imbuh Ahmad Fuady.

Selain itu Dia menambahkan, kesempatan halal bihalal ini merupakan momen bersilaturahmi antar tokoh dan politisi. Serta penjajakan komunikasi antar bakal.calon, kendati Ahmad Fuady menyebut di PKB potensi juga bakal mengusung kader internal.

“Dari internal PKB sudah ada beberapa nama yang sudah kita siapkan, muda, berpengalaman dan putra daerah, namun tidak menutup kemungkinan juga kader eksternal bisa kita usung,” ungkapnya.

Sebab kata Ahmad Fuady, ajang pemilu legislatif (Pileg) dan pemilihan pasangan presiden (Pilpres) sudah rampung dilaksanakan. Saat itu kendati berbeda dukungan pada pemilu lalu, halal bihalal versinya ini merupakan bentuk momentum saling menghargai.

“Momentum pemilu legislatif dan pilpres yang disusul dengan bulan suci Ramadan memberikan nuansa saling menghargai dan saling menghormati di antara perbedaan pilihan. Tujuannya kita satu yaitu bersama,” ujarnya. (red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *