JAKARTA,PenaMerdeka – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan cuaca di sejumlah wilayah Indonesia masih berpotensi bakal diguyur hujan ringan hingga sedang selama sepekan ke depan.

Pada periode 1-3 September 2026, peningkatan hujan dengan intensitas sedang perlu diwaspadai di Sumatra Utara, Sumatra Barat, Riau, Jambi, Bengkulu, Kalimantan Utara, dan Papua Pegunungan.

BMKG juga memperingatkan potensi hujan lebat hingga sangat lebat yang dapat disertai kilat atau petir dan angin kencang di sejumlah wilayah.

Untuk kategori siaga hujan lebat hingga sangat lebat, wilayah yang perlu diwaspadai ialah Aceh. Sementara potensi angin kencang diprakirakan terjadi di Aceh, Riau, Kepulauan Riau, Kepulauan Bangka Belitung, Sumatra Selatan, Jambi, Lampung, Jawa Tengah, Jawa Timur, Bali, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur.

Lalu Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, Sulawesi Selatan, Gorontalo, Sulawesi Utara, Sulawesi Tengah, Sulawesi Tenggara, Maluku, Maluku Utara, Papua Barat, Papua Tengah, dan Papua Selatan.

Memasuki periode 4-7 September 2026, kondisi cuaca secara umum diprakirakan cerah berawan hingga hujan sedang. Peningkatan hujan dengan intensitas sedang perlu diantisipasi di Aceh, Riau, Kalimantan Tengah, Sulawesi Barat, dan Papua.

Pada periode ini, potensi hujan lebat hingga sangat lebat berada pada kategori siaga di Papua Pegunungan. Hujan juga dapat disertai kilat atau petir serta angin kencang.

Potensi angin kencang diprakirakan terjadi di Kepulauan Riau, Kepulauan Bangka Belitung, Sumatera Selatan, Jambi, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, Daerah Istimewa Yogyakarta, Jawa Timur, Bali, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur.

Kemudian Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Sulawesi Selatan, Gorontalo, Sulawesi Utara, Sulawesi Tenggara, Maluku, Maluku Utara, Papua Barat, Papua Tengah, dan Papua Selatan.

BMKG mengingatkan masyarakat tetap mengantisipasi kondisi panas dan udara yang lebih kering seiring musim kemarau yang masih mendominasi sejumlah wilayah Indonesia.

Masyarakat disarankan menggunakan pelindung atau tabir surya untuk mengurangi paparan langsung sinar matahari. Kecukupan cairan tubuh juga perlu dijaga, terutama bagi masyarakat yang beraktivitas di luar ruangan pada siang hari.

Kondisi yang semakin kering juga perlu diantisipasi dengan menghemat penggunaan air. Masyarakat dan pemerintah daerah diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kekeringan serta kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

BMKG mengingatkan masyarakat tidak membakar sampah maupun membuka lahan dengan cara membakar secara sembarangan, terutama di kawasan yang mudah terbakar seperti lahan gambut, semak belukar, dan hutan. Masyarakat juga diminta segera melaporkan apabila menemukan indikasi titik panas atau hotspot.

Meski musim kemarau masih dominan, hujan ringan hingga sedang tetap berpotensi terjadi secara lokal. Hujan tersebut dapat disertai kilat atau petir dan angin kencang. Masyarakat perlu mewaspadai potensi pohon atau dahan tumbang, baliho roboh, genangan, hingga sambaran petir saat terjadi cuaca buruk.

BMKG mengimbau masyarakat menghindari berteduh di bawah pohon, papan reklame, maupun bangunan yang rapuh ketika hujan disertai angin kencang atau petir. Informasi prakiraan cuaca dan peringatan dini dapat dipantau melalui kanal resmi BMKG, termasuk laman BMKG, aplikasi InfoBMKG, serta media sosial @infobmkg.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *